Home Pasar Pratinjau Q4 2024: Tren Menurun tetapi Laba Tahunan Bisa Lampaui Konsensus
Pasar

Pratinjau Q4 2024: Tren Menurun tetapi Laba Tahunan Bisa Lampaui Konsensus

Share
Share

Prospek Industri Batu Bara: PTBA Jadi Sorotan

Jakarta, Danantaranews.id – Laba bersih sektor batu bara pada kuartal IV 2024 (4Q24) diperkirakan mengalami penurunan sebesar 9-32% secara kuartalan (qoq) akibat efek basis tinggi di Q3 2024. Namun, PT Bukit Asam (PTBA) menjadi pengecualian dengan proyeksi kenaikan laba bersih 14% qoq karena keuntungan dari pembalikan Domestic Market Obligation (DMO).

Penerapan B40 mulai 1 Januari 2025 diprediksi akan meningkatkan biaya produksi sebesar 3-5%, yang dapat berdampak negatif terhadap laba bersih sektor batu bara di tahun 2025 (FY25) dengan potensi penurunan hingga 25%.

Kami tetap mempertahankan peringkat “Netral” untuk sektor ini karena minimnya katalis untuk reli harga, meskipun risiko penurunan harga juga terbatas. Saham pilihan utama kami adalah AADI dan UNTR.

Tinjauan Q4 2024: Tren Menurun, PTBA Menonjol

Secara umum, laba bersih emiten batu bara pada Q4 2024 diperkirakan menurun meskipun harga batu bara Newcastle/ICI relatif stabil dan harga bahan bakar turun 6% qoq. Namun, penurunan laba lebih disebabkan oleh basis tinggi pada Q3 2024 akibat keuntungan satu kali (one-off gains). Contohnya, UNTR mencatatkan keuntungan forex dan pelepasan aset sebesar Rp1,1 triliun, ITMG mencatatkan keuntungan forex sebesar US$27 juta, dan AADI memperoleh keuntungan divestasi sebesar US$323 juta.

Jika dihitung berdasarkan laba inti, ITMG mengalami peningkatan laba 12% qoq, sementara AADI dan UNTR masih mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 10% dan 4% qoq. PTBA diperkirakan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 14% qoq, terutama karena keuntungan dari pembalikan DMO.

Kinerja FY 2024 Dibandingkan Konsensus

Meskipun laba Q4 2024 diprediksi melemah, laba tahunan (FY 2024) ADRO, AADI, UNTR, dan ITMG diperkirakan tetap melampaui proyeksi konsensus dengan masing-masing mencapai 107%, 114%, 104%, dan 110% dari estimasi konsensus. Sementara itu, PTBA diperkirakan sesuai dengan konsensus, mengingat hasil 9M24 sedikit tertinggal di 73% dari proyeksi konsensus.

Reaksi harga saham diperkirakan netral untuk PTBA dan UNTR, sementara ITMG memiliki peluang terbesar untuk mengalami reaksi positif karena tren laba inti yang positif dan pencapaian melebihi konsensus. AADI dan ADRO juga kemungkinan besar mendapat reaksi positif.

Dampak Negatif Implementasi B40 di Q1 2025

Mulai 1 Januari 2025, industri batu bara wajib beralih dari B35 ke B40. Berdasarkan hasil survei, harga B40 diperkirakan 17% lebih tinggi dibandingkan B35. Dengan asumsi bahan bakar menyumbang 20-30% dari total biaya produksi, penerapan B40 dapat meningkatkan biaya produksi sebesar 3-5%, yang berpotensi mengurangi laba bersih FY25 sektor batu bara sebesar 2-25% (PTBA>ITMG>AADI>UNTR).

Untuk Pama, penerapan B40 dapat meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) secara optik karena biaya bahan bakar diteruskan ke pelanggan, tetapi tidak berdampak positif pada margin.

Tetap Netral: Minim Katalis Reli

Kami mempertahankan peringkat “Netral” untuk sektor batu bara mengingat tidak adanya katalis kuat yang dapat mendorong reli harga batu bara termal. Namun, risiko penurunan harga juga terbatas. Kami melakukan revisi urutan saham pilihan dari AADI>PTBA>ITMG>UNTR menjadi AADI>UNTR>PTBA>ITMG, mengingat valuasi UNTR di 4,5x P/E FY 2025 yang sebanding dengan AADI sangat menarik. Risiko utama yang harus diwaspadai adalah harga batu bara yang lebih rendah dari perkiraan akibat permintaan yang lebih lemah dari China dan India. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

PSEL Legok Nangka Gaspol! PLN Siap Serap Listrik Sampah hingga 20 Tahun

PLN Kunci Komitmen Beli Listrik PSEL Bandung, danantaranews.id – PLN siap menyerap listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok...

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Sofyano: Jangan Lepas Kendali ke Swasta

Distribusi BBM Bukan Sekadar Urusan Logistik Jakarta, danantaranews.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...