Home Pasar IHSG dalam Tekanan: Analisis dan Peluang Saham BRMS, AMRT, CTRA, BRIS, ICBP, dan PNLF
Pasar

IHSG dalam Tekanan: Analisis dan Peluang Saham BRMS, AMRT, CTRA, BRIS, ICBP, dan PNLF

Share
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan meskipun sempat mengalami kenaikan 0,29 persen pada penutupan kemarin di level 6.606. Hari ini, IHSG diperkirakan mengalami koreksi dengan level support di kisaran 6.450 – 6.550 dan resisten di 6.630 – 6.720.

Kenaikan IHSG kemarin dibayangi oleh aksi jual bersih investor asing sebesar Rp684 miliar. Saham-saham big banks seperti BBCA, BMRI, AMRT, BBRI, dan ICBP menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing.

Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, tekanan pada IHSG masih berlanjut seiring dengan tren net sell asing pada saham perbankan besar. “IHSG hari ini berpotensi mengalami koreksi karena tekanan jual asing masih cukup kuat, terutama di sektor perbankan,” ujarnya dalam riset hariannya, Kamis (27/2/2025).

Meskipun demikian, ada beberapa saham yang tetap menarik untuk dikoleksi, baik sebagai speculative buy maupun buy on weakness. Berikut adalah analisis teknikal untuk saham pilihan hari ini:

BRMS (Speculative Buy): Area beli di 382, cut loss jika turun di bawah 372. Potensi kenaikan ke 388-406 dalam jangka pendek.

AMRT (Buy on Weakness): Area beli di 2180-2240, cut loss jika turun di bawah 2120. Potensi kenaikan ke 2300-2330 dalam jangka pendek.

CTRA (Speculative Buy): Area beli di 800-805, cut loss jika turun di bawah 800. Potensi kenaikan ke 815-840 dalam jangka pendek.

BRIS (Speculative Buy): Area beli di 2870, cut loss jika turun di bawah 2820. Potensi kenaikan ke 2920-2980 dalam jangka pendek.

ICBP (Speculative Buy): Area beli di 10500, cut loss jika turun di bawah 10300. Potensi kenaikan ke 10800-10950 dalam jangka pendek.

PNLF (Speculative Buy): Area beli di 338, cut loss jika turun di bawah 332. Potensi kenaikan ke 346-350 dalam jangka pendek.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan menerapkan strategi manajemen risiko yang baik dalam pengambilan keputusan investasi. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

IKN Ubah Wajah Pembangunan, Jutaan Pohon Jadi Modal Kota Hutan Nusantara

Pembangunan IKN Tak Cuma Soal Gedung Nusantara, danantaranews.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa konsep yang berbeda dari pembangunan kota konvensional. Otorita...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...