Home Pasar Kurs Rupiah Melemah Tipis: Dampak Ancaman Tarif Impor Tembaga oleh AS
Pasar

Kurs Rupiah Melemah Tipis: Dampak Ancaman Tarif Impor Tembaga oleh AS

Share
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Kurs rupiah mengalami pelemahan tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu, 26 Februari 2025, dipicu oleh ketidakpastian global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam kenaikan tarif impor tembaga. Ancaman tersebut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kurs Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.380 per dolar AS, melemah 9 poin atau 0,06% dibandingkan penutupan Selasa, 25 Februari 2025 yang berada di level Rp16.371 per dolar AS. Melemahnya rupiah sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia, terutama setelah sentimen negatif meningkat di pasar global.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pasar keuangan saat ini menghadapi ketidakstabilan akibat kebijakan perdagangan AS yang agresif. “Aset-aset berisiko mengalami tekanan setelah Presiden Trump mengancam tarif perdagangan yang lebih tinggi, terutama terhadap tembaga. Sementara itu, data kepercayaan konsumen AS yang melemah semakin menambah kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.

Ancaman Tarif Baru dan Dampaknya terhadap Rupiah

Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan yang memicu gejolak pasar, dengan mengancam akan mengenakan tarif impor tembaga sebesar 25%. Sebelumnya, ia juga mengisyaratkan penerapan tarif serupa pada produk dari Kanada dan Meksiko mulai awal Maret. Pengenaan tarif ini dikhawatirkan akan mengganggu perdagangan global, termasuk hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan negara-negara mitranya.

“Jika tarif ini benar-benar diberlakukan, maka akan berdampak luas terhadap rantai pasokan global, termasuk Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan industri tembaga,” tambah Ibrahim.

Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen menurun tajam pada Februari 2025, mencatat penurunan paling signifikan dalam 3,5 tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi masih tinggi, terutama dengan lonjakan ekspektasi inflasi dalam 12 bulan ke depan.

Faktor Domestik yang Mempengaruhi Rupiah

Di dalam negeri, langkah pemerintah dalam memperkuat ekonomi juga menjadi perhatian utama investor. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan layanan bisnis emas atau Bullion Service pertama di Indonesia. PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) telah memperoleh izin usaha bullion, yang diyakini dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Langkah ini mendapat respons positif dari pasar, meskipun dampaknya terhadap rupiah masih terbatas. Keberadaan Bullion Bank diharapkan dapat mengoptimalkan cadangan emas nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga berkontribusi pada stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.

Prospek Rupiah ke Depan

Dengan meningkatnya ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS, pergerakan rupiah ke depan masih berpotensi mengalami volatilitas. Bank Indonesia diprediksi akan terus melakukan intervensi di pasar guna menjaga stabilitas rupiah.

Sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia perlu terus memperkuat sektor ekonomi domestik guna mengurangi dampak eksternal terhadap nilai tukar rupiah. Langkah-langkah seperti diversifikasi ekspor, peningkatan investasi, serta penguatan sektor industri berbasis ekspor dapat menjadi strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.(*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi UU! Terdiri 313 Pasal, Ini Poin Pentingnya

JAKARTA, danantaranews.id – DPR RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk disahkan menjadi Undang-Undang (UU). Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat...

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Ini Link Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status via NIK

JAKARTA, danantaranews.id – Kabar gembira untuk para pekerja! Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk kuartal IV 2026. Program BSU 2026 ini...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...