JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi tengah menghitung dan mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) guna mengeksekusi penambahan kuota program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sebanyak 1 juta ton.
Langkah darurat ini diambil untuk memperkuat instrumen intervensi pasar, khususnya di daerah-daerah yang mulai mengalami gejolak harga akibat dampak kemarau panjang El Nino.
Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, menegaskan bahwa penambahan volume beras murah ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Penambahan kuantum sebesar 1 juta ton saat ini dalam proses perhitungan dan pengajuan ABT. Ini dilakukan dalam rangka mengendalikan harga beras dan penguatan instrumen intervensi pasar,” terang Yusra di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Sisa Kuota Menipis
Keputusan mempertebal alokasi SPHP ini merespons menipisnya cadangan awal tahun 2026. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), sebelumnya membeberkan bahwa alokasi awal beras SPHP sebesar 828 ribu ton hampir habis tersalurkan dan hanya menyisakan sekitar 80 ribu ton.
Pemerintah menyetujui suntikan 1 juta ton beras SPHP medium yang akan disalurkan secara bertahap selama tiga bulan ke depan, yakni periode Oktober, November, dan Desember 2026.
Bapanas mendorong Perum Bulog untuk melakukan pemerataan distribusi dengan memprioritaskan wilayah-wilayah yang mencatatkan kenaikan harga paling tinggi, sekaligus memastikan perawatan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang berjalan optimal.
Daftar Harga Eceran Tertinggi Beras SPHP
Beras SPHP akan dilepas ke pasar dengan patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disesuaikan berdasarkan zonasi wilayah:
-
Zona 1 (Rp12.500 / kg): Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.
-
Zona 2 (Rp13.100 / kg): Sumatra (selain Lampung & Sumsel), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.
-
Zona 3 (Rp13.500 / kg): Maluku dan Papua.
Melalui penambahan kuota ini, pemerintah optimistis pasokan beras berkualitas di tingkat pedagang eceran tetap terjaga dengan harga yang tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Leave a comment