PENAJAM PASER UTARA, danantaranews.id – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), membuktikan bahwa sumur minyak dan gas bumi (migas) tua berumur puluhan tahun masih memiliki potensi raksasa.
Lewat inovasi teknologi dan optimalisasi aset di kawasan Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, PHKT berhasil mendongkrak produksi energi nasional secara signifikan.
General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, mengungkapkan bahwa langkah optimalisasi ini berfokus pada pembukaan kembali akses menuju lapisan atau zona potensial yang selama ini belum terjamah di dalam Sumur Sepinggan V-7.
“Proses rekayasa teknik diawali dengan menembus kedalaman sekitar 13.000 kaki di bawah permukaan tanah,” katanya dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Setelah jalur utama berhasil dibuka, tim teknisi melanjutkan pekerjaan workover (WO) serta melakukan perforasi pindah lapisan pada zona yang terbukti memiliki prospek cadangan hidrokarbon tinggi.
Langkah strategis pemanfaatan aset mature tersebut membuahkan hasil manis. Produksi minyak dari Sumur Sepinggan V-7 tercatat melonjak tajam hingga mencapai 710 barel per hari (BOPD), disertai produksi gas bumi berkisar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Hasil akhir ini mengungguli estimasi awal yang ditetapkan oleh perusahaan.
Keberhasilan penemuan kembali zona produktif di sumur tua ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri. Ia menegaskan bahwa capaian PHKT menjadi bukti konkret bahwa lapangan-lapangan tua di Indonesia masih menyimpan ruang besar untuk ditingkatkan produksinya.
Melalui penerapan teknologi intervensi sumur yang tepat, keberadaan sumur mature di wilayah Kalimantan Timur diproyeksikan bakal terus menjadi tulang punggung dalam mendukung ketahanan serta keberlanjutan pasokan energi nasional.
Leave a comment