Home BUMN Kita Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha, Fokus Kembali Jadi Kontraktor
BUMN Kita

Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha, Fokus Kembali Jadi Kontraktor

Share
Brantas Abipraya
Share

JAKARTA, danantaranews.id – PT Brantas Abipraya (Persero) tengah mempercepat proses penataan bisnis dengan memangkas 29 entitas usaha yang berada dalam struktur perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi untuk menyederhanakan organisasi sekaligus mengembalikan fokus perusahaan pada bisnis inti sebagai kontraktor.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses penataan tersebut diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga Brantas Abipraya dapat menjalankan bisnis dengan struktur yang lebih sederhana dan sehat.

“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” kata Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dony sebelumnya bertemu dengan jajaran direksi PT Brantas Abipraya untuk membahas perkembangan transformasi dan penataan entitas usaha perusahaan.

Fokus Bisnis Inti

Melalui proses streamlining atau penyederhanaan struktur usaha, Brantas Abipraya akan mengurangi jumlah entitas dalam kelompok usahanya. Nantinya, struktur perusahaan diarahkan untuk lebih berfokus pada perusahaan induk dan bisnis kontraktor yang menjadi kompetensi utama.

Penataan tersebut dilakukan terhadap anak-anak usaha yang dinilai tidak lagi memberikan dukungan optimal terhadap strategi bisnis utama perusahaan.

Dengan struktur yang lebih ramping, Brantas Abipraya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, serta mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat.

Dony juga mendorong Brantas Abipraya agar menjadi salah satu BUMN Karya yang dapat menyelesaikan proses restrukturisasi dan penataan entitas usaha secara cepat.

Menurutnya, penyederhanaan struktur bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing BUMN.

Transformasi BUMN Karya

Transformasi Brantas Abipraya tidak berdiri sendiri. Penataan perusahaan tersebut merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk melakukan konsolidasi dan memperbaiki kinerja BUMN Karya.

Penyederhanaan struktur perusahaan diharapkan mampu mengurangi potensi inefisiensi yang selama ini muncul akibat terlalu banyaknya entitas usaha. Di sisi lain, perusahaan juga dapat lebih mudah mengarahkan sumber daya, modal, dan talenta ke sektor bisnis yang memberikan nilai tambah lebih besar.

Hingga 31 Juli 2026, tercatat sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah ditata melalui sejumlah aksi korporasi, termasuk likuidasi, merger, dan divestasi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan Danantara tengah mendorong perubahan struktur BUMN agar lebih sederhana, sehat, dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

Peta Jalan Transformasi Lima Tahun

Selain melakukan penataan entitas, BP BUMN bersama Danantara juga tengah mematangkan strategi transformasi BUMN untuk jangka menengah.

Peta strategi lima tahun disiapkan sebagai pedoman untuk membangun perusahaan negara yang memiliki fundamental lebih kuat, tata kelola yang lebih baik, serta daya saing yang semakin tinggi.

Transformasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan bisnis inti, pengembangan sumber daya manusia dan talenta, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kemampuan BUMN dalam menghadapi persaingan global.

Melalui strategi tersebut, pemerintah menargetkan BUMN Indonesia tidak hanya mampu tumbuh di pasar domestik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat internasional.

Dalam jangka panjang, transformasi BUMN diarahkan untuk melahirkan perusahaan negara yang semakin tangguh, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai bagi perekonomian nasional.

Bahkan, salah satu target besar yang ingin dicapai adalah mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia agar mampu menembus jajaran Fortune 500.

Bagi Brantas Abipraya, penyelesaian penataan 29 entitas usaha menjadi salah satu langkah penting untuk mencapai arah tersebut. Dengan struktur yang lebih sederhana dan fokus pada bisnis kontraktor, perusahaan diharapkan dapat memperkuat fundamental sekaligus meningkatkan daya saingnya sebagai salah satu BUMN Karya di Indonesia.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun

JAKARTA, danantaranews.id – Perkembangan harga logam mulia di Pegadaian mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan resmi dari laman Pegadaian pada...

Buruan Daftar! Job Fair Jakarta Barat 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal & Lokasinya

JAKARTA, danantaranews.id – Bagi Anda yang sedang berburu pekerjaan, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Barat resmi menggelar ajang bursa...

Related Articles

Kabar Baik! BPJS Ketenagakerjaan Yogya Pangkas Iuran JKK & JKM Pekerja Pamsimas Hingga 50 Persen

YOGYAKARTA, danantaranews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta membawa...

KPR Subsidi FLPP Tembus 160.070 Unit per September 2026, BP Tapera Kejar Target Program 3 Juta Rumah! 

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan pencapaian...

Transisi Energi Bersih PLN EPI: Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau dan Buka Peluang Bisnis Baru Sektor Bioenergi

JAKARTA, danantaranews.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengungkapkan bahwa pemanfaatan...

Polemik KAI Beli KRL Bekas dari Jepang, Ini Respon MTI

JAKARTA, danantaranews.id – Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk...