Tangerang, danantaranews.id – Langkah strategis untuk mendorong produk lokal agar “naik kelas” kembali digelorakan di Kota Tangerang. Sebanyak 5.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Gajah Tunggal Tbk resmi menerima sertifikat halal secara massal di Gedung Griya Ganesha, Kecamatan Jatiuwung, pada Senin (29/6).
Penyerahan simbolis ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI, Ahmad Haikal Hasan. Langkah kolaboratif ini dinilai menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat daerah.
“Halal value memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan sertifikat halal, produk UMKM memiliki peluang yang jauh lebih luas untuk menembus pasar nasional bahkan internasional,” ungkap Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan.
Investasi Mutu: Dongkrak Kepercayaan Konsumen ke Level Tertinggi
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Gajah Tunggal Tbk yang telah mengambil peran nyata dalam memfasilitasi legalitas ribuan UMKM lokal tersebut. Menurut Maryono, kepemilikan sertifikat ini bukan sekadar urusan administratif cetak kertas semata, melainkan sebuah investasi mutu jangka panjang.
Ketika sebuah produk kuliner atau barang konsumsi sudah terstempel halal resmi dari BPJPH, ada tiga dampak instan yang akan dirasakan pelaku usaha:
- Trust Melejit: Kepercayaan dan rasa aman konsumen otomatis meningkat tajam.
- Akses Pasar Terbuka Luas: Mempermudah produk masuk ke jaringan ritel modern, pusat perbelanjaan, hingga pasar ekspor.
- Standar Produksi Terjaga: Memotivasi pelaku usaha untuk terus menjaga higienitas dan konsistensi bahan baku.
Komitmen Pemkot Tangerang Bawa UMKM Naik Kelas
Guna menyambut gairah positif ini, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan ekosistem usaha yang suportif dan inklusif. Pemkot tidak ingin pembinaan berhenti di urusan sertifikasi saja.
Ke depan, jajaran dinas terkait telah menyiapkan lima program pemberdayaan berkesinambungan bagi para pelaku usaha lokal, yang meliputi:
- Pelatihan manajemen bisnis modern.
- Pendampingan usaha secara berkala di lapangan.
- Fasilitasi kemudahan berbagai legalitas usaha (NIB, PIRT, dll).
- Akselerasi digitalisasi pemasaran (go-digital).
- Perluasan kemudahan akses sertifikasi halal gelombang berikutnya.
“Kami ingin UMKM Kota Tangerang terus berkembang dan berdaya saing tinggi. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia industri, dan pelaku usaha, saya optimistis UMKM akan menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi kota yang berkelanjutan,” pungkas Maryono optimistis.
Leave a comment