Home BUMN Kita Dony Oskaria Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Siap-siap Restrukturisasi Korporasi Terbesar dalam Sejarah
BUMN Kita

Dony Oskaria Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Siap-siap Restrukturisasi Korporasi Terbesar dalam Sejarah

Share
Dony Oskaria Pelantik Pejabat Baru BP BUMN, Siap-siap Restrukturisasi Korporasi Terbesar dalam Sejarah
Kepala BP BUMN Dony Oskaria
Share

Jakarta, danantaranews.id – Jakarta mendadak panas! Perubahan besar sedang terjadi di jantung pengelolaan aset negara. Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, baru saja mengambil langkah ekstrem dengan melantik jajaran pejabat Eselon I dan II pada Selasa, 24 Februari 2026. Ini bukan sekadar seremoni biasa, tapi sinyal kuat bahwa “pembersihan” dan perampingan besar-besaran di tubuh perusahaan pelat merah sudah di depan mata. Jika kamu punya kepentingan di sektor ini, sebaiknya pasang mata dan telinga lebar-lebar!

Pelantikan strategis yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri langsung oleh jajaran elit, termasuk Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata dan Aminuddin Ma’ruf, serta para bos besar Direksi BUMN. Langkah ini menjadi fondasi awal bagi BP BUMN untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan dan memastikan perusahaan negara tidak lagi “jalan di tempat”.

Transformasi Radikal: Dari 1.000 Entitas Ciut Jadi 200 Saja!

Jangan kaget kalau dalam waktu dekat banyak nama perusahaan negara yang hilang dari peredaran. Dony Oskaria membocorkan agenda restrukturisasi yang sangat agresif. Bayangkan, dari lebih dari 1.000 entitas BUMN yang ada saat ini, pemerintah akan memangkasnya secara ekstrem menjadi hanya 200 hingga 300 entitas saja. Ini adalah streamlining korporasi paling kolosal yang pernah dilakukan di Indonesia.

Strategi maut yang akan diambil meliputi merger, divestasi, likuidasi, hingga restrukturisasi total. Tujuannya cuma satu: efisiensi maksimal dan daya saing tinggi. “Ini adalah restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan, sehingga membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan kerja sama yang kuat dari seluruh jajaran,” tegas Dony Oskaria dengan nada bicara yang serius.

Dony Oskaria: “Jangan Nikmati Jabatan, Saatnya Kerja Keras!”

Pesan menohok disampaikan Dony kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa era pejabat duduk manis menikmati fasilitas sudah berakhir. Baginya, transformasi membutuhkan pengorbanan nyata dan konsistensi tinggi. Tidak ada lagi ruang untuk sekadar janji manis atau lips service semata.

“Transformasi membutuhkan komitmen, kerja keras, konsistensi, dan pengorbanan. Menjadi pejabat bukan saatnya untuk menikmati jabatan, melainkan saatnya untuk bekerja lebih keras dan menghadapi tantangan yang semakin besar,” ujar Dony di hadapan para pejabat baru.

Ia mendesak agar praktik-praktik buruk di masa lalu segera ditinggalkan. Targetnya jelas, BUMN harus naik kelas dalam segala aspek pengelolaan agar benar-benar profesional dan membanggakan di mata dunia. “Hal-hal yang selama ini tidak baik harus kita tinggalkan. Perubahan yang kita lakukan bukan sekadar lips service, tetapi harus benar-benar kita wujudkan secara nyata,” lanjutnya.

Duet Maut BP BUMN dan Danantara: Satu Koin Dua Sisi

Ada hal menarik yang ditekan dalam pelantikan ini, yaitu hubungan “mesra” antara BP BUMN dan BPI Danantara. Dony menggambarkan keduanya seperti satu koin dengan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Sinergi ini akan menjadi kunci utama penggerak ekonomi nasional ke depan.

Sesuai amanat undang-undang, Danantara fokus pada pengelolaan perusahaan-perusahaan BUMN, sementara BP BUMN memegang kendali atas penetapan kebijakan strategis pengelolaan. Duet ini diharapkan mampu menutup celah penyalahgunaan kekuasaan dan meningkatkan transparansi korporasi.

Daftar Elit Pejabat Eselon I yang Mengemban Amanah Berat

Untuk mendukung misi besar ini, sejumlah nama besar kini mengisi kursi panas di BP BUMN. Di jajaran Eselon I, nama-nama yang dilantik antara lain Wahyu Kuncoro sebagai Sekretaris Utama, Rabin Indrajad Hattari sebagai Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi, hingga Rini Widyastuti yang mengawal Deputi Bidang Hukum dan Kepatuhan.

Di jajaran Eselon II, puluhan direktur dan kepala biro juga resmi bertugas. Mulai dari Inspektur Rachman Ferry Isfianto hingga Direktur Kepatuhan BUMN M. Taufiq. Mereka semua memikul beban untuk meninggalkan legacy terbaik bagi negara dan seluruh rakyat Indonesia.

Dony menutup arahannya dengan pengingat keras soal integritas. “Saya meminta komitmen dan kerja keras seluruh jajaran untuk meninggalkan legacy terbaik bagi negara. Jagalah integritas, sebab kekuasaan yang tidak diawasi berpotensi disalahgunakan,” pungkasnya.

Selamat bertugas untuk para pejabat baru. Rakyat menunggu bukti nyata, bukan sekadar pelantikan mewah di atas kertas! (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

IKN Ubah Wajah Pembangunan, Jutaan Pohon Jadi Modal Kota Hutan Nusantara

Pembangunan IKN Tak Cuma Soal Gedung Nusantara, danantaranews.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa konsep yang berbeda dari pembangunan kota konvensional. Otorita...

Related Articles

Garap Proyek Waste to Energy, Sucofindo Siap Ubah Sampah Jadi Listrik

JAKARTA, danantaranews.id – Masalah penumpukan sampah perkotaan di Indonesia siap diurai lewat...

Dibidik Tuntas Desember 2027, Pembangunan Kawasan Gedung DPR di IKN Terus Dikejot

JAKARTA, danantaranews.id – Pembangunan infrastruktur pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan...

Rujie Gandeng Telkom, Jaringan AI Jadi Senjata Baru Transformasi Digital

Jakarta, danantaranews.id – Rujie Networks menggandeng Telkom Indonesia  untuk mempercepat pengembangan solusi...

Supplier Engagement Day 2026: Pertamina Gaspol Perkuat TKDN dan Rantai Pasok Migas

Surabaya, danantaranews.id – Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina tancap gas memperkuat...