Home BUMN Kita Belajar dari Kesuksesan Pertamina: Saatnya Strategi Merger Menular ke BUMN Lain demi Efisiensi Nasional
BUMN Kita

Belajar dari Kesuksesan Pertamina: Saatnya Strategi Merger Menular ke BUMN Lain demi Efisiensi Nasional

Share
Belajar dari Kesuksesan Pertamina: Saatnya Strategi Merger Menular ke BUMN Lain demi Efisiensi Nasional
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria - Istimewa -
Share

Jakarta, danantaranews.id – Keberhasilan PT Pertamina (Persero) dalam melakukan merger subholding kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat kebijakan publik. Penggabungan unit strategis seperti PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping terbukti bukan sekadar perubahan papan nama, melainkan transformasi total model bisnis yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah progresif ini dianggap sebagai potret nyata kesuksesan transformasi perusahaan plat merah yang berani memangkas birokrasi demi daya saing. Keberhasilan Pertamina menciptakan efisiensi biaya dan kecepatan pengambilan keputusan kini menjadi standar baru yang diharapkan bisa segera “menular” ke sektor BUMN lainnya di Indonesia.

Menghapus Tumpang Tindih Fungsi demi Satu Komando

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, menilai pencapaian Pertamina adalah bukti bahwa konsolidasi mampu memperbaiki sistem kerja yang sebelumnya lamban. Dengan menyatukan berbagai lini usaha ke dalam subholding yang fokus, Pertamina berhasil menghilangkan tumpang tindih fungsi yang selama ini sering menjadi beban operasional.

“Merger ini bukan hanya soal struktur organisasi. Ini tentang memperbaiki sistem kerja, memangkas tumpang tindih fungsi, dan memastikan setiap lini usaha bergerak dalam satu komando yang jelas,” ujar Sofyano. Menurutnya, pengalaman sukses Pertamina ini menunjukkan bahwa BUMN mampu bergerak lincah di rantai pasok global jika memiliki struktur yang ramping dan terintegrasi.

Sektor Pelabuhan, Bandara, dan Karya Jadi Target Konsolidasi Berikutnya

Melihat “resep sukses” dari Pertamina, momentum ini seharusnya mendorong Pemerintah dan badan investasi Danantara untuk melakukan kebijakan serupa di sektor lain. Sofyano mencontohkan kondisi di PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia, serta BUMN Karya yang dinilai masih memiliki banyak anak usaha dengan layanan yang hampir sama.

Kondisi entitas yang beririsan ini berpotensi memicu inefisiensi dan persaingan internal yang tidak perlu. “Jika dalam satu kelompok usaha ada beberapa entitas yang menjalankan fungsi yang hampir sama, maka energi perusahaan akan terpecah. Padahal, tantangan global menuntut kecepatan, kesatuan arah, dan efisiensi,” jelasnya lebih lanjut.

Mengapa Strategi Merger Pertamina Harus Ditiru?

Ada beberapa poin krusial yang membuat model merger Pertamina layak diadaptasi oleh BUMN sejenis lainnya. Pertama, efisiensi biaya yang nyata melalui pengurangan duplikasi sistem dan infrastruktur. Anggaran yang sebelumnya terpecah kini bisa difokuskan untuk peningkatan layanan masyarakat dan investasi strategis.

Kedua adalah penguatan daya saing. Dalam industri kepelabuhanan dan kebandarudaraan, persaingan kini bukan lagi antarwilayah lokal, melainkan dengan raksasa global. Selain itu, struktur yang lebih sederhana otomatis meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Semakin ramping organisasi, semakin mudah pengawasan dilakukan demi menjaga kepercayaan publik dan kepentingan negara.

Optimalkan Aset Negara untuk Fondasi Ekonomi yang Tangguh

Sofyano juga menekankan pentingnya optimalisasi aset. Banyak aset BUMN yang selama ini tidak termanfaatkan maksimal karena tersebar di berbagai entitas kecil. Melalui merger, pengelolaan aset dapat dilakukan secara terpusat dan lebih strategis. Namun, ia mengingatkan agar setiap langkah konsolidasi didasari kajian mendalam yang tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja.

“Jika kita ingin BUMN kuat dan mampu bersaing secara global, maka struktur usahanya harus efisien dan terintegrasi. Keberhasilan merger di Pertamina seharusnya menjadi contoh bahwa konsolidasi adalah langkah maju, bukan ancaman,” tutup Sofyano. Dengan komitmen kuat pemerintah, strategi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi ekonomi nasional yang lebih tangguh dan kompetitif. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Model Taktis JNE: Sukses Angkut 500 Ton Donasi Gratis Ongkir, Menjadi Tulang Punggung Bantuan Bencana Sumatera

Transformasi Logistik Menjadi Aksi Kemanusiaan: JNE Buktikan Kapasitas Distribusi Nasional Jakarta, danantaranews.id – Respons cepat dan terstruktur ditunjukkan oleh perusahaan logistik terdepan, JNE, dalam...

DPR RI Kirim 15 Ton Logistik ke Banjir Sumatera, Ahmad Sahroni Dampingi Pengiriman

Jakarta, danantaranews.id — Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera membuat anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni ikut memberikan dukungan kepedulian....

Related Articles

Revolusi Besar BUMN: Prabowo Bakal ‘Pangkas’ Ribuan Anak Perusahaan Jadi 250 Entitas!

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan...

Jasa Marga Cetak Laba Inti Rp3,7 Triliun, Siap Operasikan Tol Fungsional Sambut Lebaran 2026!

Jakarta, danantaranews.id – Kabar menggiurkan datang dari emiten BUMN sektor infrastruktur, PT...

Gebrakan Baru! Pelindo Rombak Total Direksi, Achmad Muchtasyar Resmi Jadi Bos Baru Penguasa Pelabuhan RI

Jakarta, danantaranews.id – Kabar mengejutkan datang dari raksasa logistik pelat merah, PT...

Dony Oskaria Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Siap-siap Restrukturisasi Korporasi Terbesar dalam Sejarah

Jakarta, danantaranews.id – Jakarta mendadak panas! Perubahan besar sedang terjadi di jantung...