Jakarta, danantaranews.id – Kabar besar buat kamu yang peduli dengan kualitas hidup dan kesehatan! Di tengah lambatnya akses air minum perpipaan di tanah air, muncul secercah harapan baru. Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) baru saja membocorkan potensi besar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai “mesin” penggerak investasi di sektor air minum. Ini bukan cuma soal bisnis, tapi soal memastikan kamu dan keluarga bisa menikmati air aman konsumsi tanpa hambatan!
Pertumbuhan Penduduk Balap Akses Air: Solusinya Ada di Danantara?
Ketua Umum IATPI, Endra S Atmawidjaja, mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan. Selama ini, penyediaan air bersih kita cuma mengandalkan dana APBN dan APBD yang terbatas. Bayangkan saja, penambahan akses air minum aman pemerintah hanya mampu tumbuh 1% per tahun, padahal pertumbuhan penduduk kita melesat hingga 1,2% per tahun! Artinya, kita sedang tertinggal. Kehadiran Danantara dianggap bisa menjadi jembatan untuk menarik investor masuk ke sektor yang sangat krusial ini, terutama di kota-kota besar dengan manajemen yang sudah matang.
Ubah Skema Lawas, Proyek Air Terpadu Siap Dikonsolidasikan
Pernah merasa bingung kenapa urusan air sering tidak sinkron antar wilayah? Endra menjelaskan bahwa selama ini investor harus berhadapan satu per satu dengan pemerintah daerah yang melelahkan. Nah, melalui Danantara, proyek-proyek ini bisa dikelompokkan menjadi sistem pengelolaan air minum terpadu lintas wilayah. Contoh suksesnya adalah pemanfaatan Bendungan Jatiluhur yang melayani wilayah luas mulai dari Purwakarta hingga Jakarta. Skema terpadu seperti ini menjamin air tetap mengalir sepanjang tahun tanpa pandang bulu wilayahnya.
Aset Tetap Milik Publik, Swasta Hanya Kelola Secara Profesional
Jangan salah sangka, masuknya investasi bukan berarti air minum kita dikomersialisasi secara liar. IATPI menegaskan bahwa kepemilikan aset harus tetap berada di tangan publik. Sektor swasta hadir hanya untuk memberikan pengelolaan profesional agar layanan lebih efisien dan terjamin kualitasnya. Ingat, air minum adalah hak dasar masyarakat, bukan sekadar komoditas untuk mencari keuntungan semata. Transformasi tata kelola ini murni untuk mempercepat akses yang selama ini dinilai masih tertinggal jauh dari target nasional.
Hanya 22% Warga Pakai Air Pipa, Saatnya Migrasi ke Layanan Aman
Data dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, cukup mengejutkan. Saat ini, ternyata baru 22% penduduk Indonesia yang menikmati layanan air minum perpipaan. Sisanya, lebih dari 70%, masih bergantung pada air sumur bor, air tanah, atau bahkan langsung dari sungai yang tingkat keamanannya diragukan. Kementerian PU sangat mendorong migrasi ke sistem perpipaan karena jauh lebih aman bagi kesehatan. Kehadiran Danantara diharapkan melengkapi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024 untuk mempercepat penyediaan air layak bagi seluruh warga negara.
Akankah Danantara Benar-Benar Jadi Penyelamat Sektor Air Kita?
Harapannya sangat besar! Dengan kapasitas fiskal dan kemampuan manajerial yang lebih baik, Danantara punya peluang emas untuk mengubah wajah layanan publik kita. Jika investasi mengalir deras, impian agar seluruh rumah tangga Indonesia bisa mengakses air minum perpipaan yang aman bukan lagi sekadar angan-angan. Mari kita kawal terus perkembangannya, karena air bersih adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa yang lebih sehat dan produktif! (*)
Leave a comment