Home Pasar Pasar Saham Asia Menguat, Taiwan dan Korea Catat Rekor Jelang Rapat The Fed
Pasar

Pasar Saham Asia Menguat, Taiwan dan Korea Catat Rekor Jelang Rapat The Fed

Share
Pasar Saham Asia Menguat, Taiwan dan Korea Catat Rekor Jelang Rapat The Fed
Ilustrasi Burasa Saham Asia - Antara -
Share

Jakarta, danantaranews.id – Indeks saham Taiwan dan Korea Selatan mencetak rekor tertinggi, mendorong indeks saham Asia Emerging Market (EM) ke level puncak empat tahun. Kenaikan ini didorong ekspektasi pelonggaran suku bunga dari The Fed yang akan diumumkan Rabu besok.

Di Asia Tenggara, pergerakan bervariasi. Rupiah menguat ke level tertinggi sepekan di Rp16.360 per dolar, sementara IHSG sedikit melemah. Saham Thailand dan Filipina menunjukkan tren positif, sedangkan Singapura terkoreksi tipis.

Reuters melaporkan, sekitar pukul 15:00 WIB, indeks MSCI EM Asia naik 1%, level tertinggi sejak Juli 2021. Sementara indeks saham ASEAN, yang dipimpin oleh Singapura, Malaysia, dan Indonesia, berada pada kisaran level awal 2020. Kenaikan ini sejalan dengan optimisme investor menjelang keputusan The Fed yang kemungkinan memangkas suku bunga.

Investor global memborong aset berisiko dan memperhatikan petunjuk arah kebijakan The Fed terkait inflasi dan prospek ekonomi. Kontrak berjangka saat ini sudah memperhitungkan pemangkasan suku bunga sebesar 127 basis poin hingga Juli 2026.

“Kami melihat beberapa faktor mendukung re-rating berkelanjutan di pasar Asia yang relatif murah, termasuk pelemahan dolar AS dan pemangkasan suku bunga mendatang,” ujar Desh Peramunetilleke, Head of Quantitative Strategy Jefferies Hong Kong.

Secara spesifik, indeks TAIEX Taiwan naik 1%, didorong lonjakan 2% saham produsen chip terbesar TSMC. Sementara KOSPI Korea Selatan memperpanjang reli menjadi 11 sesi berturut-turut, tertinggi sejak September 2019.

Di Asia Tenggara, SET Thailand naik ke level tertinggi tujuh bulan dan baht menguat, sedangkan STI Singapura sedikit melemah namun tetap di level rekor tertingginya. Indeks saham Filipina PPSEI melonjak 1,5%, sementara peso naik tipis.

“Meskipun laju pelonggaran moneter berbeda di tiap negara, ASEAN tetap berada di posisi yang baik menghadapi pelonggaran global,” kata Kenneth Tang, Senior Portfolio Manager Amova Asset Management.

Mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan mencatat apresiasi terbesar enam minggu terakhir, rupiah mencapai level tertinggi sepekan, dan won Korea Selatan memutus tren pelemahan empat hari berturut-turut. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Ini Link Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status via NIK

JAKARTA, danantaranews.id – Kabar gembira untuk para pekerja! Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk kuartal IV 2026. Program BSU 2026 ini...

Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi, Laba Bersih PGE Melonjak 15,48 Persen

JAKARTA, danantaranews.id – Emiten energi terbarukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 79,6 juta dolar AS pada semester I...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...