Jakarta, danantaranews.id – Bagaimana pergerakan pasar saham Indonesia di tengah tekanan jual asing hari ini? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 30 Juli 2025, ditutup melemah 0,89 persen atau turun 68,01 poin ke level 7.549,88. Koreksi ini menandai tekanan yang cukup signifikan di akhir bulan, terutama karena aksi jual dari investor asing yang cukup besar.
Sepanjang perdagangan hari ini, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 7.667,55 dan titik terendah di 7.528,12. Meskipun sempat menguat di awal sesi, tekanan jual semakin besar menjelang penutupan.
Transaksi Mencapai Rp15,82 Triliun
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,82 triliun dengan volume sebanyak 391,8 juta lot saham. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,9 juta kali. Nilai tersebut mencerminkan tingginya minat pelaku pasar, meskipun IHSG ditutup di zona merah.
Asing Catat Net Sell Lebih dari Rp1 Triliun di Pasar Reguler
Investor asing menjadi salah satu faktor utama pelemahan IHSG hari ini. Di seluruh pasar, asing mencatat net sell sebesar Rp634 miliar. Sementara itu, di pasar reguler, angka penjualan bersih asing bahkan lebih tinggi, yaitu mencapai Rp1,02 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor asing cukup besar dan berdampak langsung terhadap pergerakan indeks.
Saham GOTO dan DSNG Pimpin Kenaikan Hari Ini
Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Dalam indeks KOMPAS100, saham Dharma Satya Nusantara (DSNG) memimpin penguatan dengan lonjakan 12,73 persen. Diikuti oleh GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) yang naik 8,47 persen, Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) naik 8,43 persen, PP London Sumatra (LSIP) menguat 6,13 persen, dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) yang naik 5,17 persen.
Kenaikan pada saham-saham ini menunjukkan bahwa sektor perkebunan dan teknologi masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor, terutama di tengah sentimen pasar yang kurang positif secara keseluruhan.
Saham ISAT dan PGEO Masuk Daftar Top Loser
Sementara itu, dari sisi saham dengan pelemahan terbesar, Surya Esa Perkasa (SURI) memimpin daftar penurunan dengan koreksi 7,50 persen. Disusul oleh Pertamina Geothermal Energy (PGEO) yang turun 6,83 persen, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) turun 4,83 persen, Alfamart (AMRT) turun 4,39 persen, dan Erajaya Swasembada (ERAA) yang melemah 3,77 persen.
Tekanan di saham-saham ini menandakan adanya sektor-sektor yang sedang mengalami aksi profit taking atau terdampak sentimen negatif tertentu.
Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
Dari sisi transaksi asing, saham yang paling banyak dibeli adalah:
- BKSL: Rp374,2 miliar
- WIFI: Rp134,5 miliar
- GOTO: Rp93,6 miliar
- ASII: Rp84,5 miliar
- TLKM: Rp65,1 miliar
Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas oleh asing adalah:
- BBCA: Rp413,2 miliar
- BMRI: Rp318,0 miliar
- PGEO: Rp163,1 miliar
- BBRI: Rp114,9 miliar
- NSSS: Rp52,4 miliar
Fakta ini menunjukkan bahwa saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI masih menjadi favorit investor asing, meski dalam kondisi distribusi jual.
Kesimpulan
Pelemahan IHSG pada perdagangan 30 Juli 2025 didominasi oleh tekanan dari aksi jual asing, terutama di sektor perbankan dan energi. Meski begitu, masih terdapat saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan, menunjukkan bahwa rotasi sektor terus terjadi di tengah fluktuasi pasar. (*)
Leave a comment