Home Pasar Rupiah Berpeluang Menguat, Sinyal Dovish The Fed Jadi Angin Segar
Pasar

Rupiah Berpeluang Menguat, Sinyal Dovish The Fed Jadi Angin Segar

Share
Rupiah menguat ke Rp16.293 per dolar AS usai pidato dovish pejabat The Fed. Pasar menanti keputusan suku bunga pada akhir Juli
Ilustrasi Rupiah (Foto by pexels-robert-lens)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat menjelang akhir pekan. Sentimen positif muncul setelah salah satu petinggi The Federal Reserve (The Fed) memberikan pernyataan bernada dovish, memunculkan harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Mengutip data Bloomberg pada Jumat pagi pukul 09.15 WIB, kurs rupiah berada di level Rp16.293 per dolar AS, menguat 47 poin atau 0,29% dibandingkan posisi Kamis sore (17/7) yang berada di level Rp16.340 per dolar AS.

Apa yang Mendorong Penguatan Rupiah?

Menurut pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra, penguatan rupiah ini tak lepas dari sikap dovish salah satu pejabat The Fed yang memberi sinyal bahwa suku bunga acuan kemungkinan akan diturunkan. Meskipun sempat ada data ekonomi AS yang mendukung penguatan dolar, seperti klaim pengangguran yang menurun dan penjualan ritel yang menguat, dampaknya hanya sesaat.

“Dua data itu sempat melambungkan dolar, tapi mulai terkoreksi lagi ketika pejabat The Fed memberikan pidato dovish,” kata Ariston.

Sinyal Kuat Pemangkasan Suku Bunga

Sikap dovish datang dari Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller, dalam pidatonya di acara Money Marketeers, New York, Kamis malam (17/7). Waller menyampaikan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mulai menurunkan suku bunga acuan.

“Dengan inflasi yang sudah mendekati target dan risiko kenaikan inflasi yang terbatas, kita tidak perlu menunggu pasar tenaga kerja memburuk untuk memangkas suku bunga,” ujar Waller. Ia menyarankan pemangkasan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan FOMC yang akan digelar pada 29–30 Juli mendatang di Washington DC.

Waller juga menekankan bahwa pemangkasan suku bunga dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja, yang mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Sentimen Konsumen AS Dianggap Bersifat Sementara

Menanggapi data penjualan ritel AS yang menguat, analis pasar Lukman mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa saja bersifat temporer. Menurutnya, ada kemungkinan masyarakat AS melakukan pembelian dalam jumlah besar karena kekhawatiran harga akan naik usai 1 Agustus.

“Bisa jadi konsumen sedang rush membeli barang karena khawatir harga akan naik setelah awal bulan depan,” kata Lukman.

Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, rupiah berpeluang menguat di kisaran Rp16.250 hingga Rp16.400 per dolar AS.

Peluang Menguat, Tapi Tetap Waspada

Penguatan rupiah di akhir pekan ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik. Nada dovish dari pejabat The Fed membuka harapan bagi pelonggaran kebijakan moneter global yang dapat menurunkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diimbau waspada terhadap perkembangan data ekonomi AS dan hasil pertemuan FOMC akhir bulan nanti yang sangat berpengaruh terhadap arah rupiah ke depan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DETIK-DETIK RAKSASA KONSTRUKSI LAHIR! BUMN Karya Merger: BP BUMN Pede Rampung Desember 2025

Jakarta, danantaranews.id – Kabar sensasional datang dari jantung kebijakan perusahaan pelat merah! Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sedang dalam mode...

Kreativitas Ala Negeri 1001 Malam: SD Al Azhar Kelapa Gading Cetak Generasi Anti-Bullying dengan Kurikulum Berbasis Project

Jakarta, danantaranews.id – SD Islam Al Azhar Kelapa Gading baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan menyelenggarakan acara puncak tahunan mereka, Alazfair 2025, pada...

Related Articles

Siaga Satu! Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Mendadak Goyang

Jakarta, danantaranews.id – Pasar energi global sedang berada di ujung tanduk. Harga...

Kurs Rupiah Tertekan Risiko Perang AS-Iran, Cek Posisi Mata Uang Garuda Hari Ini!

Jakarta, danantaranews.id – Pasar keuangan global mendadak tegang. Nilai tukar rupiah terpaksa...

Negosiasi Iran-AS Menemui Jalan Buntu, Harga Minyak Dunia Langsung Melambung Akibat Risiko Konflik

Jakarta, danantaranews.id – Harga minyak dunia menutup perdagangan akhir pekan dengan tren...

Reformasi Pasar Modal Indonesia: Ashmore Optimis Dampak Struktural Positif Meski IHSG Tertekan

Jakarta, danantaranews.id – Pasar modal Indonesia melewati pekan pertama Februari 2026 dengan...