Jakarta, danantaranews.id – IHSG menguat signifikan! Apa penyebabnya dan saham apa saja yang jadi motor penggerak hari ini?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan reli pada akhir pekan ini, Jumat (18/7/2025). IHSG dibuka menguat di level 7.346, melesat dari penutupan kemarin di 7.287. Tak butuh waktu lama, indeks langsung tancap gas hingga menyentuh level 7.382, menguat 1,31 persen atau 95 poin pada pukul 09.14 WIB.
Lonjakan ini membuat IHSG nyaris menyentuh level psikologis 7.400. Pada sesi awal perdagangan, indeks bahkan sempat menembus titik tertinggi di level 7.388, sebelum sedikit terkoreksi. Adapun titik terendah hari ini tercatat di 7.341, yang tetap berada di zona hijau.
Siapa Saja yang Mendorong IHSG?
Mengacu data perdagangan, sebanyak 294 saham tercatat menguat, 188 saham melemah, dan 486 saham stagnan. Lonjakan indeks ini banyak didukung oleh penguatan di sektor teknologi dan infrastruktur.
Sektor teknologi menjadi penopang utama dengan kenaikan tertinggi, melesat 6,73 persen ke level 7.970. Disusul oleh sektor infrastruktur yang naik 2,88 persen ke level 1.758, serta sektor kesehatan yang menguat 1 persen ke level 1.573.
Sektor lainnya yang turut berkontribusi terhadap penguatan IHSG antara lain:
- Energi naik 0,67 persen ke 2.967
- Transportasi naik 0,56 persen ke 1.546
- Keuangan naik 0,32 persen ke 1.381
- Industri naik 0,37 persen ke 944
- Konsumen non-primer naik 0,21 persen ke 690
- Bahan baku naik 0,92 persen ke 1.586
Dua Sektor Masih Melemah
Meski mayoritas sektor menghijau, dua sektor masih mengalami tekanan. Sektor konsumen primer turun 0,41 persen ke level 709, dan properti melemah tipis 0,14 persen ke 747.
Pelemahan ini diduga masih dipengaruhi oleh tekanan harga komoditas pangan serta sentimen negatif dari pasar properti sekunder.
Apa Artinya bagi Investor?
Kenaikan IHSG di akhir pekan ini menjadi sinyal positif menjelang pekan baru perdagangan. Momentum ini diperkirakan bisa dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan rebalancing portofolio, terutama pada sektor-sektor yang mencatat kenaikan signifikan seperti teknologi dan infrastruktur.
Namun, investor tetap diimbau mencermati risiko eksternal seperti arah kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi ekonomi global yang masih bergejolak. (*)
Leave a comment