Jakarta, danantaranews.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus menunjukkan kinerja solid di tengah dinamika pasar global. Perusahaan pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp23,6 triliun sepanjang 2024, sekaligus mengumumkan pembagian dividen jumbo senilai Rp21 triliun. Nilai tersebut setara Rp212,46 per saham dengan rasio payout mencapai 89%.
Pemerhati IHSG, Amar Bilhaq, menilai kekuatan fundamental Telkom menjadi fondasi kuat untuk mempertahankan posisi sebagai pemain utama industri digital nasional.
“Kami yakin kekuatan fundamental perusahaan, didukung inovasi dan strategi jangka panjang, akan menjadikan Telkom pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Telkom dinilai masih memiliki peluang besar di pasar domestik meski menghadapi tantangan seperti persaingan sengit di segmen seluler serta tingginya kebutuhan investasi infrastruktur. Ekspansi jaringan fiber optik, pengembangan infrastruktur 5G, serta digitalisasi layanan publik dan UMKM menjadi mesin pertumbuhan perusahaan.
Secara khusus, bisnis data center dan cloud computing yang dikelola Telkomsigma dan NeutraDC diproyeksikan tumbuh signifikan. Mengacu riset Frost & Sullivan, pasar ini memiliki potensi pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 17,3% hingga 2027.
“Kedaulatan data juga menempatkan Telkom sebagai penyedia solusi penyimpanan data netral dan terpercaya bagi pemerintah serta korporasi,” tambah Amar.
Dalam menjaga daya saing, Telkom fokus pada efisiensi operasional dan inovasi digital, seperti layanan Cloud, IoT, dan analitik berbasis AI. Selain itu, sinergi Fixed Mobile Convergence (FMC) antara Telkomsel dan IndiHome menjadi pilar penting strategi perusahaan.
Formasi jajaran direksi baru yang ditetapkan dalam RUPS terbaru turut dinilai efektif memperkuat kepercayaan investor.
“Dengan fokus pada segmen enterprise dan ekosistem digital, Telkom siap memimpin transformasi digital Indonesia,” pungkas Amar. (*)
Leave a comment