IHSG Melemah Tipis, Saham Energi Ngebut dan Asing Ramai-ramai Lepas BBRI
Jakarta, danantaranews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 13 Juni 2025. IHSG turun tipis 0,53% atau 38,30 poin ke level 7.166,06 setelah bergerak di rentang 7.149,61–7.192,66 sepanjang sesi.
Meskipun indeks terkoreksi, pasar masih mencatat aktivitas perdagangan yang cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp15,20 triliun, dari total volume 266,9 juta lot dan frekuensi transaksi 1,4 juta kali.
Saham Energi Pimpin Kenaikan, MEDC dan FILM Cetak Cuan
Di tengah koreksi indeks, saham sektor energi justru tampil menggila. Dari daftar KOMPAS100 Top Gainers, saham MEDC memimpin dengan lonjakan +9,38%, disusul FILM naik +8,80%, dan ESSA yang melonjak +7,63%.
Tak ketinggalan, ENRG dan ELSA juga masuk jajaran saham paling hijau hari ini dengan kenaikan masing-masing +7,03% dan +6,69%. Mayoritas dari saham ini ditransaksikan dalam sesi One Day Trading (ODT), menandakan adanya pergerakan spekulatif yang cukup tinggi dari pelaku pasar.
Saham ADRO dan BFIN Jadi Top Loser, GOTO Terus Tertekan
Di sisi lain, tekanan jual melanda sejumlah saham blue chip dan konstruksi. Saham ADRO terkoreksi paling dalam dengan penurunan -5,90%, diikuti MIDI (-5,33%) dan BFIN (-4,62%).
Saham PTPP dan GOTO, dua saham yang kerap jadi perhatian investor ritel, juga masuk daftar top loser dengan koreksi masing-masing -4,58% dan -4,48%, menunjukkan sentimen pasar masih fluktuatif di beberapa sektor non-energi.
Asing Catat Net Buy Rp478 Miliar, Tapi Ramai-ramai Jual BBRI
Investor asing terlihat aktif hari ini dengan net buy sebesar Rp478,77 miliar di seluruh pasar, dan Rp309,90 miliar di pasar reguler.
Saham yang paling banyak diborong asing antara lain:
- BMRI: +Rp253,4 miliar
- ANTM: +Rp194,3 miliar
- AMMN: +Rp189,9 miliar
- RATU: +Rp65,6 miliar
- BBNI: +Rp64,2 miliar
Namun menariknya, BBRI justru jadi saham paling banyak dilepas asing, dengan net sell sebesar Rp397,8 miliar, disusul PGEO (-Rp52,7 miliar) dan BUMI (-Rp46,6 miliar).
Sentimen Masih Fluktuatif, Investor Diminta Tetap Waspada
Meski beberapa saham energi bersinar, analis menilai pasar masih menghadapi tekanan dari sentimen global dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed. Dalam kondisi ini, para investor disarankan tetap menerapkan strategi selektif dalam memilih saham dan memperhatikan data fundamental serta sentimen jangka pendek.
Apakah tren sektor energi akan berlanjut atau hanya euforia sesaat? Waktunya investor retail berpikir jernih dan main cerdas!
Buat kamu yang masih ngintip peluang cuan di pasar saham, perhatikan pergerakan asing dan sektor yang jadi incaran. Pasar mungkin lesu, tapi peluang tetap ada buat yang jeli baca momentum. (*)
Leave a comment