Home Pasar Rupiah Berpotensi Menguat Usai Data Penjualan Ritel AS Februari Melambat
Pasar

Rupiah Berpotensi Menguat Usai Data Penjualan Ritel AS Februari Melambat

Share
Rupiah menguat ke Rp16.293 per dolar AS usai pidato dovish pejabat The Fed. Pasar menanti keputusan suku bunga pada akhir Juli
Ilustrasi Rupiah (Foto by pexels-robert-lens)
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, setelah data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) untuk Februari 2025 mencatat pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan pasar. Perlambatan ini meningkatkan ekspektasi bahwa ekonomi AS masih berada di bawah tekanan, yang dapat berdampak pada kebijakan moneter The Federal Reserve ke depan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa pagi (18/3) pukul 09.04 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.391 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,09% dibandingkan dengan level penutupan Senin sore (17/3/2025) di Rp16.406 per dolar AS.

Faktor Penguatan Rupiah

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, mengungkapkan bahwa indeks dolar AS masih mengalami tekanan dan pagi ini bergerak di kisaran 103,40-an. Pelemahan indeks dolar ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi AS yang belum sepenuhnya pulih.

“Data penjualan ritel AS bulan Februari yang dirilis semalam hanya tumbuh 0,2%, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan 0,6%. Pelemahan ini menunjukkan bahwa belanja konsumen masih lemah, yang berpotensi mengurangi tekanan inflasi di AS,” jelas Ariston dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/3/2025).

Dari dalam negeri, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2025 juga menjadi faktor pendukung bagi rupiah. Ariston menambahkan bahwa stimulus ekonomi yang diumumkan oleh pemerintah China pada akhir pekan lalu turut memberikan sentimen positif terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ancaman Terhadap Stabilitas Rupiah

Namun, di sisi lain, pasar masih mencermati potensi risiko eksternal yang dapat menghambat penguatan rupiah. Salah satunya adalah kebijakan mantan Presiden AS, Donald Trump, yang terus mendorong kenaikan tarif impor terhadap sejumlah negara mitra dagang utama. Kebijakan proteksionisme ini dikhawatirkan memicu eskalasi perang dagang baru yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah AS memulai serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Konflik ini berpotensi memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe haven dan menekan nilai tukar mata uang negara berkembang.

Prediksi Pergerakan Rupiah

Ariston memprediksi bahwa nilai tukar rupiah hari ini masih memiliki peluang untuk menguat ke level Rp16.300 per dolar AS, didukung oleh sentimen positif dari data ekonomi domestik dan stimulus China. Namun, jika kekhawatiran terhadap perang dagang dan ketegangan geopolitik meningkat, rupiah bisa kembali melemah ke kisaran Rp16.450 per dolar AS.

“Kita masih harus melihat bagaimana dinamika global ke depan, terutama kebijakan moneter The Fed serta perkembangan ekonomi AS dan China, yang menjadi faktor dominan dalam pergerakan nilai tukar rupiah,” tutupnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Sofyano: Jangan Lepas Kendali ke Swasta

Distribusi BBM Bukan Sekadar Urusan Logistik Jakarta, danantaranews.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)...

Beras Premium Jadi Sorotan, Konsumen Diminta Jangan Tertipu Tampilan

Beras Premium Jangan Cuma Dilihat dari Penampilan Jakarta, danantaranews.id – Label beras premium kini menjadi perhatian karena konsumen dinilai tidak boleh hanya mengandalkan...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...