Jakarta, Danantaranews.id – Pasar Asia-Pasifik mengalami pergerakan beragam pada Senin (10/03/2025) setelah pekan perdagangan yang penuh gejolak di seluruh dunia. Ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terus memengaruhi sentimen investor global, terutama terkait dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Menurut CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,34%, mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Sementara itu, indeks utama Jepang, Nikkei 225, dibuka stabil, dengan indeks Topix turun tipis 0,1%. Pendapatan tunai Jepang naik 2,8% secara tahunan pada Januari, melambat dari kenaikan 4,4% pada Desember.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,14%, sedangkan Kosdaq yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil anjlok 0,83%. Futures untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.144, mengindikasikan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan dengan penutupan Jumat di 24.231,30.
Dari China, inflasi konsumen turun di bawah nol untuk pertama kalinya dalam 13 bulan akibat distorsi musiman dan tekanan deflasi. Data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan indeks harga konsumen turun 0,7% pada Februari dibandingkan tahun sebelumnya, setelah kenaikan 0,5% pada bulan sebelumnya.
Selain itu, China mengumumkan tarif balasan terhadap beberapa produk pertanian Kanada pada Sabtu, setelah Kanada menerapkan bea impor terhadap kendaraan listrik, baja, dan aluminium asal China tahun lalu. Beijing akan memberlakukan tarif 100% pada minyak lobak, bungkil minyak, dan kacang polong Kanada, serta tarif 25% pada produk perikanan dan daging babi.
Sementara itu, di AS, tiga indeks utama ditutup menguat pada Jumat setelah sesi perdagangan yang fluktuatif. (*)
Leave a comment