Jakarta, Danantaranews.id – Selama sepekan terakhir (3-7 Maret 2025), rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar 4,02% menjadi Rp13,14 triliun dari Rp13,69 triliun pada pekan sebelumnya.
Penurunan Volume dan Frekuensi Transaksi
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, kinerja negatif juga tercermin pada indikator lainnya:
- Rata-rata volume transaksi harian: 19,88 miliar saham, turun 11,09% dari 22,36 miliar saham.
- Rata-rata frekuensi transaksi harian: 1,1 juta kali transaksi, melemah 6,78% dari 1,18 juta kali.
Namun, pada perdagangan akhir pekan (7 Maret 2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan, naik 5,83% ke level 6.636, dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.270.
Market Cap Melonjak, Investor Asing Masih Jual Bersih
Dengan kenaikan IHSG tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga meningkat 5,24% menjadi Rp11.450 triliun, dibandingkan Rp10.880 triliun pada pekan sebelumnya.
Namun, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp791,51 miliar pada perdagangan Jumat. Sepanjang tahun ini, net foreign sell di BEI tercatat mencapai Rp22,35 triliun.
ETF Baru Masuk BEI
Dalam sepekan terakhir, BEI mencatat satu pencatatan Exchange-Traded Fund (ETF) baru, yaitu Reksa Dana Indeks Bahana ETF PEFINDO I-Grade (XPIN) yang diterbitkan oleh PT Bahana TCW Investment Management. XPIN merupakan ETF kedua yang dicatatkan di BEI pada tahun 2025. (*)
Leave a comment