Home Pasar Rupiah Perkasa, Buntut Investor Berburu Surat Utang Negara
Pasar

Rupiah Perkasa, Buntut Investor Berburu Surat Utang Negara

Share
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja positif pada akhir perdagangan Rabu sore. Mata uang Garuda bergerak menguat signifikan sebesar 121 poin atau 0,69 persen, ditutup di level Rp17.511 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.632 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh sentimen positif dari dalam negeri, terutama derasnya aliran modal asing (capital inflow) yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Rupiah pada perdagangan hari ini menguat dipengaruhi oleh faktor domestik arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi pemerintah,” ujar Rully di Jakarta.

Faktor Pendorong

Tercatat, arus modal yang masuk ke pasar obligasi pemerintah mengalami lonjakan sebesar 90,5 juta dolar AS. Beberapa faktor kunci yang mendorong daya tarik aset domestik ini meliputi:

  • Perbaikan Indikator Ekonomi: Defisit anggaran yang makin membaik serta realisasi penerimaan pajak yang kuat.

  • Imbal Hasil (Yield) Menarik: Spread yield obligasi Indonesia masih tergolong lebar dan kompetitif jika dibandingkan dengan obligasi pemerintah AS.

  • Tekanan Inflasi AS: Kenaikan inflasi AS yang terus berlanjut membuat instrumen obligasi pemerintah AS secara umum menjadi kurang memikat bagi para investor.

Antisipasi Data Inflasi AS

Di sisi eksternal, para pelaku pasar saat ini tengah bersikap waspada menantikan rilis data inflasi AS pada Kamis (10/9), yang dipengaruhi oleh tingginya harga minyak dunia.

Inflasi bulanan dan tahunan di AS diproyeksikan masing-masing berada di angka 0,4 persen dan 0,2 persen, sementara inflasi inti tahunan diperkirakan mencapai kisaran 2,4 persen.

“Dengan angka-angka inflasi tersebut di atas membuat tidak nyaman bagi The Fed, dan berakibat ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga minggu depan menjadi 60 persen lebih tinggi dari sebelumnya 35 persen,” jelas Rully.

Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga turut mencatatkan penguatan. Kurs JISDOR berada di posisi Rp17.552 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di level Rp17.618 per dolar AS.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Haji Isam Akuisisi Saham BBCA, Ini Penjelasan Resmi BCA

JAKARTA, danantaranews.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan respon tegas terkait kabar angin yang tengah membual di media sosial. Manajemen BCA...

Harga Pakan Bikin Resah Peternak, Kementan dan Satgas Pangan Polri Pantau Stok Jagung Nasional

JAKARTA, danantaranews. IdPemerintah bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga pakan ternak yang mengancam keberlanjutan usaha peternak rakyat, khususnya peternak ayam petelur. Kementerian Pertanian (Kementan)...

Related Articles

Efek Fluktuasi CPO: Harga TBS Sawit Riau Turun

PEKANBARU, danantaranews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk tingkat petani...

Monster Gaming iQOO Pad Ultra: Dapur Pacu Gahar, Baterai 9.020 mAh, Layar OLED Ringkas 8,8 Inci

JAKARTA, danantaranews.id – Brand teknologi iQOO resmi menggebrak pasar tablet gaming kelas...

Harga Emas Antam Merangkak Naik, Cek Rincian Lengkapnya

JAKARTA, danantaranews.id – Tren positif mewarnai pergerakan harga logam mulia domestik. Berdasarkan...

Oppo Reno16t Resmi Dijual: HP dengan Kamera 200MP, Baterai Jumbo 6.700 mAh, dan Fitur AI Canggih!

JAKARTA, danantaranews.id – Pasar smartphone kelas atas kembali diguncang oleh inovasi terbaru...