JAKARTA, danantaranews.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan progres signifikan dalam pembangunan jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) untuk Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 3 rute Paiton–Besuki telah resmi diselesaikan.
Pengujian ini menjadi milestone penting sebelum ruas tol sepanjang 25,6 kilometer tersebut resmi dibuka dan dioperasikan untuk masyarakat umum.
“Probolinggo-Banyuwangi atau dikenal dengan Prosiwangi sepanjang 49,68 km ini sudah selesai dalam tahapan ULFO di Seksi 3 Paiton-Besuki,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam konferensi pers di Jakarta.
Rivan menambahkan bahwa persiapan operasional untuk jalur utama Ruas Gending–Besuki ini direncanakan dapat direalisasikan pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal tahun 2027.
Progres 7 Seksi Tol Prosiwangi
Secara keseluruhan, Proyek Jalan Tol Prosiwangi membentang sepanjang 175,40 kilometer yang terbagi dalam tujuh seksi pembangunan:
-
Seksi 1 (Suko – Kraksaan): 12,8 km (Konstruksi 100% & Kantongi Sertifikat Laik Operasi)
-
Seksi 2 (Kraksaan – Paiton): 11,2 km (Konstruksi 100% & Kantongi Sertifikat Laik Operasi)
-
Seksi 3 (Paiton – Besuki): 25,6 km (Selesai Tahap Uji Laik Fungsi Operasi/ULFO)
-
Seksi 4 (Besuki – Situbondo): 42,3 km
-
Seksi 5 (Situbondo – Asembagus): 16,7 km
-
Seksi 6 (Asembagus – Bajulmati): 37,4 km
-
Seksi 7 (Bajulmati – Ketapang): 29,2 km
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan pengoperasian Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Dorong Ekonomi dan Pariwisata Kawasan Tapal Kuda
Kehadiran Tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, ruas jalan tol ini akan meningkatkan efisiensi rantai pasok logistik serta mempermudah mobilitas masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol ini tidak hanya difokuskan pada konektivitas fisik semata.
“Pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah,” tegas Dody Hanggodo.
Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi transformasi Kementerian PU untuk menciptakan infrastruktur yang efisien, meningkatkan daya saing nasional, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui pemerataan akses ekonomi ke pusat-pusat industri, distribusi, dan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Leave a comment