JAKARTA, danantaranews.id – Komitmen nyata dalam mendorong inklusivitas dan kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan program pelatihan dan penempatan kerja khusus bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Program mulia ini ditandai dengan peluncuran resmi yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Bupati Boyolali Agus Irawan di Kantor Bupati Boyolali.
Kolaborasi Strategis Demi Kesetaraan Hak Kerja
Dalam keterangannya, Mokhamad Mahdum (yang akrab disapa Mo Mahdum) menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud keberpihakan nyata agar penyandang disabilitas mendapatkan hak dan kesempatan setara di dunia kerja.
“Inilah yang Baznas dan Kemnaker upayakan bersama, membuka akses pelatihan, pendampingan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” ujar Mahdum.
Selama ini, rendahnya tingkat penerimaan di dunia kerja serta minimnya lingkungan inklusif menjadi hambatan utama bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Mahdum menginstruksikan agar kerja sama strategis (MoU) antara Baznas dan Kemnaker dapat diratifikasi hingga ke tingkat daerah.
Baznas seluruh Indonesia, yang terdiri atas 34 Baznas provinsi, 514 Baznas kota/kabupaten, serta ratusan lembaga amil zakat, diminta untuk aktif menggandeng Dinas Tenaga Kerja setempat guna memprioritaskan program pemberdayaan bagi kaum difabel. Dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki akan terus dioptimalkan secara transparan demi kemaslahatan umat.
Dukungan Penuh Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemkab Boyolali
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyambut antusias kolaborasi ini. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan amanat konstitusi bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Menaker Yassierli juga mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan baru saja mendapatkan alokasi anggaran tambahan dari Presiden Prabowo Subianto guna membiayai pelatihan bagi 270.000 orang. Modalitas anggaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas kesempatan kerja yang inklusif di berbagai daerah.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya Boyolali sebagai lokasi program inklusif ini.
“Kabupaten Boyolali tidak hanya dikenal sebagai penghasil susu dan wisata Merapi Merbabu, tapi kini bertransformasi sebagai kabupaten yang inklusif. Kita ingin mendorong agar ada rasa kebersamaan dan peluang yang sama bagi teman-teman penyandang disabilitas,” tegas Agus.
Gelontorkan Bantuan Rp250 Juta untuk 25 Penerima Manfaat
Sebagai bentuk aksi nyata di tahap awal peluncuran, Baznas menyalurkan bantuan dana sebesar Rp250 juta yang diperuntukkan bagi 25 penerima manfaat.
Paket program bantuan ini dirancang secara komprehensif, mencakup:
-
Pelatihan Keterampilan Kerja: Disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.
-
Pendampingan Intensif: Membimbing peserta hingga benar-benar siap mandiri.
-
Fasilitasi Penempatan Kerja: Menghubungkan para penyandang disabilitas dengan perusahaan atau peluang usaha yang ramah difabel.
Melalui program ini, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas di Boyolali dan Indonesia pada umumnya yang mampu berdaya secara ekonomi serta hidup mandiri dengan penuh percaya diri.
Leave a comment