Home Pasar IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada
Pasar

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

Share
Jadwal Public Expose Emiten Bursa 19–23 Mei 2025: Catat Tanggal dan Lokasinya!
Ilustrasi IHSG
Share

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah

Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini kembali menghadapi tekanan setelah sempat membuka perdagangan dengan prospek positif. Indeks justru berbalik arah dan melorot ke zona merah hingga penutupan sesi I perdagangan Rabu, 29 Juli 2026.

Berdasarkan data yang diberikan, IHSG kehilangan 37,00 poin atau 0,60 persen. Dengan penurunan tersebut, indeks utama pasar saham Indonesia itu menetap di level 6.093,59 pada akhir sesi I.

Pergerakan tersebut memperlihatkan tekanan yang cukup kuat di tengah perdagangan. Kondisi pasar juga menunjukkan bahwa sentimen positif pada awal perdagangan belum cukup kuat untuk mempertahankan IHSG di zona hijau.

Tekanan serupa juga menghampiri kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks tersebut sempat menghijau ketika perdagangan dibuka, tetapi kemudian ikut berbalik melemah pada penutupan sesi I.

LQ45 tercatat kehilangan 0,51 poin atau sekitar 0,084 persen. Indeks tersebut akhirnya berada di level 607,52 pada akhir sesi I.

Rupiah Jadi Sorotan Investor

Selain pergerakan indeks saham, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS turut menjadi perhatian pasar. Data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menunjukkan tekanan mata uang ikut memengaruhi sentimen perdagangan saham.

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengatakan Rupiah kembali mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Kondisi itu kemudian meningkatkan kewaspadaan investor terhadap arah pasar.

Rupiah pada perdagangan spot Selasa, 28 Juli 2026, turun 74 poin atau 0,41 persen. Nilai tukar tersebut berakhir di level Rp18.080 per dolar AS.

“Sentimen negatif disebabkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS, yang ditutup turun 74 poin atau 0,41 persen ke level Rp18.080 per dollar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan spot,” kata Reza pada Rabu, 29 Juli 2026.

Pelemahan Rupiah tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor. Apalagi, pergerakan nilai tukar terjadi bersamaan dengan tekanan yang kembali membawa IHSG ke zona merah.

Sinyal Teknikal IHSG Mulai Mengkhawatirkan

Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari sejumlah indikator teknikal. Candle terakhir IHSG menunjukkan bentuk bearish, meskipun indeks masih berada di atas MA20.

Di sisi lain, indikator Stochastic menunjukkan kondisi dead cross. Kombinasi indikator tersebut memberikan sinyal bahwa ruang penguatan IHSG masih menghadapi tantangan dalam perdagangan Rabu.

Situasi itu membuat pelaku pasar perlu mencermati level teknikal yang menjadi batas penting bagi pergerakan indeks. Level support dan resistance dapat menjadi acuan untuk membaca potensi arah IHSG selanjutnya.

Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki kecenderungan melemah dalam perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Proyeksi tersebut muncul setelah melihat kondisi teknikal indeks dan sentimen negatif dari pergerakan Rupiah.

IHSG Diproyeksi Bergerak di 6.079-6.186

Reza Priyambada memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.079 dan resistance 6.186. Namun, arah pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung melemah.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,079 dan resistance pada level 6,186 dengan kecenderungan melemah,” tutur Priyambada.

Level support 6.079 menjadi area yang perlu diperhatikan ketika tekanan jual berlanjut. Jika indeks terus melemah, posisi tersebut menjadi salah satu level penting dalam membaca daya tahan IHSG.

Sementara itu, level resistance 6.186 menjadi batas atas yang perlu dicermati jika IHSG mampu membalikkan tekanan. Pergerakan menuju area tersebut akan menunjukkan adanya peluang pemulihan setelah indeks tertekan pada sesi I.

Investor Perlu Waspadai Sentimen Rupiah

Pergerakan IHSG dan Rupiah pada perdagangan kali ini memperlihatkan hubungan kuat antara sentimen pasar saham dan kondisi nilai tukar. Pelemahan Rupiah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kewaspadaan investor.

Di tengah kondisi tersebut, indikator teknikal juga belum memberikan sinyal penguatan yang solid. Bentuk bearish pada candle terakhir dan Stochastic dead cross menjadi faktor yang memperkuat proyeksi pelemahan.

Dengan kondisi tersebut, investor perlu memperhatikan perkembangan IHSG hingga akhir perdagangan. Selain itu, pergerakan Rupiah serta kemampuan indeks bertahan di atas area support akan menjadi bagian penting dalam membaca arah pasar berikutnya.

Untuk saat ini, IHSG berada di persimpangan penting setelah tertekan 0,60 persen pada sesi I. Dengan Rupiah yang berada di level Rp18.080 per dolar AS dan proyeksi teknikal yang cenderung melemah, pasar saham masih menghadapi tekanan yang perlu dicermati. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Ini Link Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status via NIK

JAKARTA, danantaranews.id – Kabar gembira untuk para pekerja! Pemerintah kembali menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk kuartal IV 2026. Program BSU 2026 ini...

Cetak Rekor Produksi Listrik Panas Bumi, Laba Bersih PGE Melonjak 15,48 Persen

JAKARTA, danantaranews.id – Emiten energi terbarukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 79,6 juta dolar AS pada semester I...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...