BBWS C3 Pastikan Bendungan Karian Tetap Andal Hadapi Musim Kemarau
Serang, danantaranews.id – Musim kemarau belum mengganggu fungsi Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) memastikan tampungan air di bendungan tersebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi.
Kepastian itu menjadi kabar baik bagi masyarakat dan sektor pertanian yang bergantung pada pasokan air dari Bendungan Karian. Hingga saat ini, bendungan tetap menjalankan fungsinya sebagai penyedia air, penyangga irigasi, sekaligus pengendali banjir.
Penurunan Muka Air Dinilai Wajar, Bukan Tanda Gangguan Bendungan
Belakangan, penurunan elevasi muka air Bendungan Karian membuat sebagian area daratan lama kembali terlihat. Kondisi tersebut memunculkan perhatian masyarakat karena sejumlah bekas bangunan tampak kembali di kawasan waduk.
Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kondisi normal selama musim kemarau. Menurutnya, perubahan elevasi air tidak menunjukkan adanya gangguan terhadap operasional Bendungan Karian.
“Saat ini tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk,” ujar Dedi.
BBWS C3 menilai penurunan muka air masih berada dalam batas operasi yang telah ditetapkan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberlangsungan pasokan air dari bendungan tersebut.
Debit Air Tetap Mengalir untuk Irigasi Pertanian
Pengelola Bendungan Karian tetap menyalurkan air untuk mendukung sektor pertanian. Saat ini, debit air yang dilepas dari bendungan mencapai 24 meter kubik per detik.
Air tersebut mengalir melalui intake Bendungan Karian menuju Bendung Gerak Pamarayan Baru sebagai suplai bagi Daerah Irigasi (D.I) Ciujung. Dengan kondisi itu, kebutuhan air untuk lahan pertanian di wilayah layanan masih dapat terpenuhi.
Keberlanjutan distribusi air menunjukkan bahwa operasional bendungan tetap berjalan sesuai fungsi. Pasokan tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung.
Bekas Bangunan yang Muncul Kembali Sudah Diprediksi Sejak Awal
BBWS C3 menjelaskan bahwa bangunan lama yang kembali terlihat berada di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Lokasi tersebut berada di bagian hulu bendungan dengan elevasi di atas +64,50 meter.
Kawasan itu juga berjarak sekitar 16 kilometer dari As Bendungan Karian. Karena posisi elevasinya lebih tinggi, sebagian lahan maupun bangunan memang hanya tergenang sebagian meski muka air berada pada kondisi normal.
Saat pembangunan Bendungan Karian berlangsung, seluruh lahan di area genangan telah dibebaskan sesuai ketentuan. Namun, proses konstruksi hanya membersihkan vegetasi, sedangkan tidak seluruh bangunan dibongkar.
Akibatnya, ketika muka air waduk turun secara alami pada musim kemarau, sisa bangunan tersebut kembali terlihat. Kondisi itu merupakan bagian dari karakteristik kawasan genangan dan bukan akibat kerusakan bendungan.
BBWS C3 Siapkan Strategi Hadapi Puncak Musim Kemarau
BBWS C3 terus mengoptimalkan pengelolaan seluruh tampungan air yang berada di bawah kewenangannya. Langkah tersebut mencakup bendungan maupun bendung agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Strategi itu juga mengikuti arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw. Seluruh unit kerja diminta mengoptimalkan pengelolaan tampungan air selama tiga bulan ke depan.
Upaya tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan air hingga memasuki masa transisi menuju musim hujan. Dengan pengelolaan yang terencana, pemerintah ingin memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Pemantauan Hidrologi Terus Berjalan, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
BBWS C3 akan terus memantau kondisi hidrologi Bendungan Karian secara berkala. Selain itu, pengelola juga mengoperasikan bendungan sesuai pola operasi waduk yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan air baku, layanan irigasi, dan fungsi pengendalian banjir. Pengelolaan yang disiplin juga diharapkan mampu menjaga keandalan Bendungan Karian sepanjang tahun.
Di tengah prediksi puncak musim kemarau pada Agustus mendatang, BBWS C3 mengimbau masyarakat agar tidak perlu cemas. Tampungan Bendungan Karian masih memadai sehingga pasokan air baku dan layanan irigasi tetap terjaga sesuai kebutuhan. (*)
Leave a comment