Jakarta, danantaranews.id – Industri mode tanah air bersiap unjuk gigi di panggung global. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara resmi menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk melejitkan kontribusi sektor fesyen nasional lewat pergelaran megah Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa momentum event tahunan ini harus dimanfaatkan secara agresif untuk membuka keran pasar internasional, khususnya bagi produk-produk lokal yang memiliki potensi ekspor tinggi.
“Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis,” ujar Riefky dalam keterangan resminya, Senin.
Sektor Fesyen: Tulang Punggung Utama Ekonomi Kreatif RI
Langkah strategis pemerintah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data statistik, subsektor fesyen telah membuktikan diri sebagai pilar utama ekonomi kreatif dengan menyumbang 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif pada tahun 2025 lalu.
Kekuatan industri mode Indonesia semakin nyata di awal tahun ini. Sektor fesyen tercatat menguasai pasar internasional dengan mendominasi 58,55 persen dari total nilai ekspor ekonomi kreatif nasional sepanjang periode Januari–April 2026.
Kemenekraf optimistis IFW 2026 akan menjadi titik balik penting untuk memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir. Target tinggi ini berkaca pada kesuksesan gelaran tahun lalu yang berhasil melibatkan lebih dari 200 brand, 4.000 pekerja kreatif, serta menyedot 34.000 pengunjung dengan lonjakan transaksi digital hingga 50 persen.
Pesona Wastra Sumatra Utara ‘Ulos Simetria’ Jadi Primadona
Gelaran IFW 2026 dijadwalkan bakal menghentak panggung JICC Senayan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Tahun ini, mahakarya budaya lokal yang diangkat sebagai inspirasi utama adalah kekayaan kain tenun khas Sumatra Utara lewat tema eksklusif ‘Ulos Simetria’.
Ajang yang diinisiasi oleh APPMI ini berkomitmen untuk mempertemukan seluruh ekosistem industri mode secara komprehensif, mulai dari:
- Desainer berbakat dan akademisi mode.
- Produsen aksesori dan perajin lokal.
- Investor kakap serta buyer (pembeli) dari dalam dan luar negeri.
Selain menampilkan peragaan busana (fashion show) berbasis budaya Nusantara, IFW 2026 juga akan menghadirkan pameran dagang skala besar, forum industri, hingga sesi business matching untuk mengoneksikan pelaku UMKM langsung dengan pemodal.
Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono, menyambut baik dukungan penuh dari pemerintah pusat. Pihaknya mengaku siap berjalan beriringan guna memastikan produk kreatif anak bangsa tidak hanya menjadi raja di rumah sendiri, tetapi juga kompetitif di pasar internasional.
“Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional,” pungkas Poppy optimistis.
Leave a comment