Bekasi, Danantaranews.id – Jangan sampai Anda melewatkan momentum emas dari perkembangan megaproyek infrastruktur terbaru di koridor Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) ini. Dua perusahaan besar baru saja menyepakati proyek raksasa untuk menghadirkan fasilitas publik premium di jalur bebas hambatan terpadat tersebut.
Langkah taktis ini akan mengubah peta perjalanan Anda menjadi jauh lebih nyaman, aman, sekaligus membuka peluang bisnis komersial yang luar biasa masif. Korporasi bergerak cepat demi mengejar target operasional fasilitas modern ini dalam beberapa tahun ke depan.
CCT dan DMS Laguna Bentuk Joint Venture, Eksekusi Proyek Strategis di Bekasi

PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) bersama PT DMS Laguna (DMSL) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Joint Venture Company (JVC). Aliansi bisnis ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan pengusahaan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area KM 63 Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto bersama Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, dan Direktur DMSL Tatang Sukmana memimpin langsung prosesi sakral tersebut. Penandatanganan kesepakatan strategis ini berlangsung di Plaza Tol Jatikarya, Bekasi, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Kemitraan strategis ini menjadi fondasi utama kedua perseroan untuk mendongkrak kualitas pelayanan operasional jalan tol secara berkelanjutan. Selain itu, manajemen tetap berkomitmen penuh untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) demi kepuasan menyeluruh para pengendara.
“Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memberikan tempat beristirahat yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan di sekitar koridor Jalan Tol Cimanggis-Cibitung,” ujar Direktur Utama CCT, Y. Widi Suharyanto.
Investasi Jumbo Rp300 Miliar, Rest Area Tipe A Siap Manjakan Pengguna Jalan
Proyek TIP komprehensif ini akan berdiri kokoh di kedua sisi jalur, baik pada Jalur A maupun Jalur B, Kabupaten Bekasi. Wilayah operasional ini memiliki total luas lahan yang sangat luas dan menjanjikan, yaitu mencapai kurang lebih 12 hektar.
Konsorsium menyiapkan total nilai investasi fantastis hingga Rp300 miliar demi menyulap kawasan ini menjadi rest area kategori Tipe A yang super lengkap. Fasilitas mumpuni ini nantinya akan menampung area komersial premium serta pusat layanan terpadu bagi para pelancong lintas kota.
Arsitektur bangunan juga mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan yang sangat ketat untuk menjaga ekosistem sekitar tetap asri. Pengembang menerapkan konsep ramah lingkungan, efisiensi energi yang tinggi, serta manajemen kawasan yang berorientasi penuh pada masa depan hijau.
Ikon Baru Koridor JORR 2, Target Operasi Semester II 2028 Wajib Dicatat!
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah visioner untuk melahirkan kawasan komersial terintegrasi. Posisi geografis proyek yang sangat menguntungkan ini diproyeksikan mampu mencetak nilai tambah jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Melalui pengelolaan bersama di bawah payung JVC, para pelaku usaha lokal memiliki kesempatan emas untuk ikut mengekspansi jaringan bisnis mereka. Kehadiran pusat singgah modern ini dipastikan akan menarik perputaran uang yang sangat besar dari jutaan kendaraan yang melintas setiap harinya.
“Rest Area KM 63 memiliki lokasi strategis dan berpotensi menjadi destinasi layanan dan komersial unggulan. Melalui kolaborasi dengan CCT dan pembentukan JVC, kami optimistis dapat menghadirkan rest area yang modern, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pengguna jalan tol, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Mohamad Prapanca.
Manajemen memasang target ambisius agar megaproyek Rest Area KM 63 ini sudah bisa beroperasi secara penuh pada Semester II tahun 2028 mendatang. Tempat istirahat modern ini siap menjelma menjadi ikon baru layanan jalan tol yang paling dinantikan di koridor JORR 2.
Bagi Anda para pengguna jalan setia dan pemburu peluang investasi, lini linimasa pembangunan ini tentu wajib masuk dalam radar pantauan utama Anda. Jangan sampai Anda terlambat mengambil ancang-ancang sebelum kawasan industri terintegrasi ini resmi dibuka dan dipadati pengunjung! (*)
Leave a comment