Home BUMN Kita PLN EPI Bergerak di Lombok, Sampah Pantai Bagek Kembar Kini Diolah Jadi Bernilai Ekonomi
BUMN Kita

PLN EPI Bergerak di Lombok, Sampah Pantai Bagek Kembar Kini Diolah Jadi Bernilai Ekonomi

Share
PLN EPI dorong pengelolaan sampah terpadu di Pantai Bagek Kembar Lombok untuk tekan emisi dan perkuat ekonomi sirkular.
PLN EPI dorong pengelolaan sampah terpadu di Pantai Bagek Kembar Lombok untuk tekan emisi dan perkuat ekonomi sirkular.
Share

Jakarta, Danantaranews.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna mulai mendorong pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Program tersebut berjalan di tengah meningkatnya aktivitas wisata yang ikut memicu lonjakan volume sampah di kawasan pesisir.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menekan timbulan sampah sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pendekatan ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut digelar di sekitar kawasan proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker dan melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah daerah, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga PLN Group.

PLN EPI Fokus Dorong Wisata Pesisir Bersih dan Berkelanjutan

Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia, Mamit Setiawan, mengatakan program pengelolaan sampah terpadu itu menjadi bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

Menurut dia, PLN EPI ingin menghadirkan dampak langsung bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di kawasan wisata pesisir.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen TJSL PLN EPI dalam mendukung pengembangan wisata pesisir yang bersih, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kami ingin menghadirkan dampak nyata tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan kapasitas dan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Mamit Setiawan.

Mamit menilai peningkatan kunjungan wisata di kawasan pesisir membawa tantangan baru berupa meningkatnya volume sampah. Karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa berjalan secara parsial dan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sampah Tak Lagi Dipandang Sebagai Limbah

Dalam program tersebut, PLN EPI dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna menjalankan berbagai kegiatan mulai dari pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan kelembagaan Pokdarwis, pengembangan budidaya maggot, hingga penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu.

PLN EPI juga mulai mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar. Melalui pendekatan itu, sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah semata, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Program ini juga menjadi upaya bersama dalam mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk organik maupun budidaya maggot,” kata Mamit.

Konsep tersebut dinilai penting karena pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjaga kawasan wisata tetap bersih dan nyaman.

PLN Ingin Hadir Jadi Solusi Sosial dan Lingkungan

Manajer PLN UP3 Mataram Hengky Purbo Lesmono mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur energi. Menurut dia, dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan juga menjadi bagian penting.

“PLN UIW NTB memiliki komitmen kuat untuk terus hadir sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial dan lingkungan di tengah masyarakat,” ujar Hengky.

Ia menegaskan kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya di kawasan wisata pesisir yang rentan menghadapi persoalan sampah.

Kota Mataram Hasilkan 311 Ton Sampah per Hari

Persoalan sampah di Kota Mataram memang menjadi tantangan serius. Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram I Made Wibisana Gunaksa menyebut produksi sampah di Kota Mataram pada 2025 mencapai sekitar 311 ton per hari.

Namun, sebagian besar sampah tersebut masih bergantung pada tempat pemrosesan akhir atau TPA.

“Dari 311 ton itu, lebih dari 70 persen masih mengandalkan TPA. Hanya sekitar 28 persen yang bisa dikelola oleh masyarakat dan pemerintah kota. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujar I Made Wibisana.

Menurut dia, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Ia menjelaskan timbunan sampah di TPA menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dinilai sangat membantu pengurangan emisi karbon.

“Kegiatan ini sangat mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan gas metana dari sampah yang menumpuk di TPA. Pengolahan sampah menjadi salah satu langkah nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim,” katanya.

Pemilahan Sampah Jadi Kunci Utama

Lurah Tanjung Karang Permai Nani Nurkomala mengatakan persoalan sampah di kawasan wisata pesisir membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurut dia, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sekecil apa pun upaya kita dalam mengelola sampah akan sangat berarti. Kita semua adalah penghasil sampah, sehingga kita juga memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya dengan baik,” kata Nani.

Nani juga menekankan pentingnya edukasi terkait pemilahan sampah organik dan anorganik agar volume sampah yang dibuang ke TPA bisa terus ditekan.

Pokdarwis Bagek Kembar Sambut Positif Program PLN EPI

Ketua Pokdarwis Bagek Kembar H. Sukendi menyambut positif dukungan PLN EPI dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna dalam memperkuat pengelolaan sampah di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar.

Menurut dia, program tersebut membantu masyarakat dan pelaku wisata memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi.

“Program ini sangat membantu masyarakat dan pelaku wisata di kawasan pesisir. Kami berharap edukasi dan pendampingan seperti ini terus berlanjut agar masyarakat semakin sadar bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat menjaga lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi,” ujar H. Sukendi.

Program pengelolaan sampah terpadu tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip environmental, social, and governance (ESG). Fokus utamanya mencakup pengurangan emisi, penguatan ekonomi sirkular, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen

Jakarta, danantaranews.id – Badai besar tengah menerjang pasar modal tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen pada penutupan...

Trump Mengamuk! Ancam Kenakan Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tolak Pencaplokan Greenland

Jakarta, danantaranews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung perdagangan global dengan ancaman yang sangat berani! Dalam pernyataan terbarunya, sang petahana...

Related Articles

Inilah 6 Top Talent Pengelola Proyek Pertamina Group 2025

Jakarta, Danantaranews.id – PT Pertamina (Persero) resmi meluncurkan program PMO Academy Excellence...

Dividen Jasa Marga Rp1,1 Triliun Cair! RUPST 2025 Bongkar Strategi Besar JSMR Jaga Profit dan Dominasi Tol Nasional

Jakarta, Danantaranews.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang...

PLN Luncurkan Smart and Green Building, Kantor Kini Bisa Kelola Energi Sendiri dan Tekan Emisi

Jakarta, Danantaranews.id – PT PLN (Persero) mulai mempercepat transformasi pengelolaan energi melalui...

Sinergi BUMN Dinilai Masih Sebatas Slogan, PUSKEPI Minta Danantara Benahi Peran Holding dan Subholding

Jakarta, Danantaranews.id – Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai...