Home Pasar IHSG Melemah 0,89 Persen di Tengah Tekanan Asing, Ini Rangkuman Market 30 Juli 2025
Pasar

IHSG Melemah 0,89 Persen di Tengah Tekanan Asing, Ini Rangkuman Market 30 Juli 2025

Share
IHSG sepekan terakhir mencatat penguatan nyaris 1 persen ke level 6.678,91. Aksi beli asing dan lonjakan saham-saham second liner jadi penopang utama tren positif pasar
Ilustrasi IHSG (Antara News)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Bagaimana pergerakan pasar saham Indonesia di tengah tekanan jual asing hari ini? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 30 Juli 2025, ditutup melemah 0,89 persen atau turun 68,01 poin ke level 7.549,88. Koreksi ini menandai tekanan yang cukup signifikan di akhir bulan, terutama karena aksi jual dari investor asing yang cukup besar.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 7.667,55 dan titik terendah di 7.528,12. Meskipun sempat menguat di awal sesi, tekanan jual semakin besar menjelang penutupan.

Transaksi Mencapai Rp15,82 Triliun

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,82 triliun dengan volume sebanyak 391,8 juta lot saham. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,9 juta kali. Nilai tersebut mencerminkan tingginya minat pelaku pasar, meskipun IHSG ditutup di zona merah.

Asing Catat Net Sell Lebih dari Rp1 Triliun di Pasar Reguler

Investor asing menjadi salah satu faktor utama pelemahan IHSG hari ini. Di seluruh pasar, asing mencatat net sell sebesar Rp634 miliar. Sementara itu, di pasar reguler, angka penjualan bersih asing bahkan lebih tinggi, yaitu mencapai Rp1,02 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor asing cukup besar dan berdampak langsung terhadap pergerakan indeks.

Saham GOTO dan DSNG Pimpin Kenaikan Hari Ini

Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Dalam indeks KOMPAS100, saham Dharma Satya Nusantara (DSNG) memimpin penguatan dengan lonjakan 12,73 persen. Diikuti oleh GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) yang naik 8,47 persen, Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) naik 8,43 persen, PP London Sumatra (LSIP) menguat 6,13 persen, dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) yang naik 5,17 persen.

Kenaikan pada saham-saham ini menunjukkan bahwa sektor perkebunan dan teknologi masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor, terutama di tengah sentimen pasar yang kurang positif secara keseluruhan.

Saham ISAT dan PGEO Masuk Daftar Top Loser

Sementara itu, dari sisi saham dengan pelemahan terbesar, Surya Esa Perkasa (SURI) memimpin daftar penurunan dengan koreksi 7,50 persen. Disusul oleh Pertamina Geothermal Energy (PGEO) yang turun 6,83 persen, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) turun 4,83 persen, Alfamart (AMRT) turun 4,39 persen, dan Erajaya Swasembada (ERAA) yang melemah 3,77 persen.

Tekanan di saham-saham ini menandakan adanya sektor-sektor yang sedang mengalami aksi profit taking atau terdampak sentimen negatif tertentu.

Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing

Dari sisi transaksi asing, saham yang paling banyak dibeli adalah:

  • BKSL: Rp374,2 miliar
  • WIFI: Rp134,5 miliar
  • GOTO: Rp93,6 miliar
  • ASII: Rp84,5 miliar
  • TLKM: Rp65,1 miliar

Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas oleh asing adalah:

  • BBCA: Rp413,2 miliar
  • BMRI: Rp318,0 miliar
  • PGEO: Rp163,1 miliar
  • BBRI: Rp114,9 miliar
  • NSSS: Rp52,4 miliar

Fakta ini menunjukkan bahwa saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI masih menjadi favorit investor asing, meski dalam kondisi distribusi jual.

Kesimpulan

Pelemahan IHSG pada perdagangan 30 Juli 2025 didominasi oleh tekanan dari aksi jual asing, terutama di sektor perbankan dan energi. Meski begitu, masih terdapat saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan, menunjukkan bahwa rotasi sektor terus terjadi di tengah fluktuasi pasar. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

PSEL Legok Nangka Gaspol! PLN Siap Serap Listrik Sampah hingga 20 Tahun

PLN Kunci Komitmen Beli Listrik PSEL Bandung, danantaranews.id – PLN siap menyerap listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok...

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Sofyano: Jangan Lepas Kendali ke Swasta

Distribusi BBM Bukan Sekadar Urusan Logistik Jakarta, danantaranews.id – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari terminal menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)...

Related Articles

Update Resmi! Daftar Harga BBM Terbaru SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA, danantaranews.id – Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di...

Menperin: Siapkan Insentif Mobil Listrik Nasional, Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi mobil listrik (electric...

IHSG Ambruk 0,60%, Rupiah Rp18.080 Bikin Investor Makin Waspada

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah Jakarta, danantaranews.id – IHSG hari ini...

Laba Bersih Elnusa Melesat 29%, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid dan Profitabilitas Terus Menguat

Pertumbuhan Laba Elnusa Lampaui Kenaikan Pendapatan Jakarta, danantaranews.id – PT Elnusa Tbk...