Home Pasar Saham BNI Jadi Primadona? Ini Kinerja dan Prospek Terbarunya di Juli 2025
Pasar

Saham BNI Jadi Primadona? Ini Kinerja dan Prospek Terbarunya di Juli 2025

Share
Saham BNI Jadi Primadona? Ini Kinerja dan Prospek Terbarunya di Juli 2025
Gedung BNI - Dok. BNI -
Share

Saham BNI Layak Dikoleksi? Intip Kinerjanya hingga Juli 2025

Jakarta, danantaranews.id – Apakah saham BNI masih menjanjikan untuk dikoleksi di tengah fluktuasi pasar? Pertanyaan ini wajar muncul, mengingat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) adalah bank pelat merah pertama yang melantai di bursa sejak 1996.

Mengawali debutnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang BEI), BNI mencatatkan saham Seri-B sebanyak 4,34 miliar lembar dengan harga Rp500 per saham. Tak berhenti di situ, pada 1999 BNI kembali menerbitkan saham Seri-C lewat right issue dengan harga Rp25 per lembar.

Kini, setelah hampir tiga dekade, saham BNI telah melonjak signifikan. Per 18 Juli 2025, harga saham BBNI berada di level Rp4.120 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp153,66 triliun.

Struktur Kepemilikan Saham

Menurut data resmi dari laman BNI, 60% saham masih dimiliki oleh pemerintah melalui PT Danantara Asset Management (Persero). Sementara 40% lainnya tersebar di publik—baik individu maupun institusi, lokal maupun asing.

Kinerja Keuangan BNI Mei 2025

Mengacu laporan keuangan hingga Mei 2025, BNI mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp15,73 triliun. Ini terdiri dari pendapatan bunga Rp26,97 triliun dan beban bunga Rp11,23 triliun. Laba tahun berjalan BNI mencapai Rp8,5 triliun.

Dari sisi rasio keuangan, BNI mencatat Return on Equity (ROE) sebesar 12,8% dan rasio kredit macet (NPL) di angka 2%. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp799 triliun dengan rasio CASA (Current Account Saving Account) di level 71,7%. Sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 20,8%.

“Dengan dividen yield sebesar 9,1%, BBNI berpotensi menjadi salah satu saham perbankan yang undervalued dibandingkan bank besar lainnya,” ujar Reydi Octa, analis dari Panin Sekuritas, Kamis (17/7/2025).

Reydi juga menyebut, harga wajar saham BBNI bisa mencapai Rp6.500 per lembar dalam jangka menengah, atau secara konservatif di Rp6.300 dengan asumsi valuasi Price to Book Value (P/BV) 1,2x.

Kinerja Kredit dan Potensi Fundamental

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information di Mirae Asset Sekuritas, juga melihat prospek positif dari saham BBNI. Menurutnya, perolehan laba serta DPK menjadi sinyal kuat bahwa fundamental BNI terus menguat.

“Pertumbuhan kredit BNI hingga Mei 2025 sudah mencapai Rp755,44 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp708,89 triliun,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dan permintaan terhadap kredit berkualitas menjadi faktor pendorong kinerja BNI ke depan.

Rekomendasi Saham BNI dari Berbagai Sekuritas

Sejumlah sekuritas turut memberikan rekomendasi beli untuk saham BBNI:

  • CGS International Sekuritas Indonesia (11 Juli 2025): Spec Buy dengan support di Rp4.020, potensi kenaikan ke Rp4.200–Rp4.290 dalam jangka pendek.
  • Binaartha Sekuritas (11 Juli 2025): Buy area di Rp3.750–Rp3.850 dengan target bertahap ke Rp4.250, Rp4.420, Rp4.600, Rp4.750 hingga Rp4.880.
  • Mirae Asset Sekuritas (10 Juli 2025): Accumulative Buy untuk rentang harga Rp3.930–Rp4.030.

Kesimpulan

Saham BNI menunjukkan performa solid, baik dari sisi laba, DPK, maupun pertumbuhan kredit. Dengan dividen menarik dan valuasi yang masih tergolong rendah, BBNI bisa menjadi pilihan menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang. Meski begitu, faktor eksternal seperti arah suku bunga dan kondisi ekonomi global tetap harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Bursa Efek Indonesia Diujung Tanduk! Skandal Transparansi Picu IHSG Longsor 8 Persen

Jakarta, danantaranews.id – Badai besar tengah menerjang pasar modal tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8 persen pada penutupan...

Trump Mengamuk! Ancam Kenakan Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tolak Pencaplokan Greenland

Jakarta, danantaranews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung perdagangan global dengan ancaman yang sangat berani! Dalam pernyataan terbarunya, sang petahana...

Related Articles

Jadwal RUPS Emiten 11-15 Mei 2026: WIKA, Garuda hingga Chandra Asri Bersiap Ambil Keputusan Strategis

Jakarta, Danantaranews.id – Sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap...

Skema Bagi Hasil Minerba Dikritik API-IMA, Industri Tambang RI Dinilai Bisa Kehilangan Daya Saing

Jakarta, Danantaranews.id – Wacana Kementerian ESDM untuk menerapkan skema bagi hasil di...

Harga CPO Masih Tertahan, Trader Global Bersiap Sambut Data Stok Sawit Malaysia

Jakarta, Danantaranews.id – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO)...

Saham Properti Masih Berdarah, Laba Developer Turun Meski Penjualan Rumah Premium Tetap Laris

Jakarta, Danantaranews.id – Kinerja sektor properti pada kuartal I-2026 masih menghadapi tekanan....