Jakarta, Danantaranews.id – Ketidakpastian global kembali memberi dorongan pada harga emas, yang kian bersinar di tengah kabar rencana tarif impor dari Amerika Serikat. Di pasar spot, harga emas tercatat naik 0,49% menjadi USD3.226,66 per ons pada Selasa siang (15/4), mendekati rekor sesi sebelumnya di angka USD3.245,42.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat turut mengalami kenaikan sebesar 0,47%, menyentuh USD3.241,50 per ons.
Menurut analis pasar dari IG, Yeap Jun Rong, penguatan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset defensif. “Harga emas terus menguat hari ini… karena permintaan investor yang berusaha melindungi portofolionya dari gejolak, terutama akibat sinyal dari Amerika yang mengarah pada pengenaan tarif baru,” ungkapnya.
Pemerintah Amerika Serikat saat ini sedang melanjutkan penyelidikan terhadap impor di sektor obat-obatan dan semikonduktor. Langkah ini dilakukan dengan alasan keamanan nasional, mengingat tingginya ketergantungan pada produksi luar negeri di sektor-sektor tersebut.
Presiden Donald Trump bahkan menyatakan bahwa pengumuman tarif impor semikonduktor akan dilakukan dalam waktu dekat. Pernyataan ini pun menambah kekhawatiran pelaku pasar mengenai arah kebijakan perdagangan global.
Dengan tren penguatan harga emas yang telah berlangsung, analis menilai kondisi ini belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan. Selama ketidakpastian kebijakan masih berlangsung, terutama terkait tarif, harga emas diperkirakan akan terus mendapat dukungan dari pasar.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Bank Sentral Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, menyebut bahwa ketidakpastian ini telah mendorong ekonomi memasuki fase “jeda besar”. Ia juga menyarankan agar The Fed tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan hingga arah kebijakan lebih jelas.
Dalam kondisi seperti ini, emas — yang tidak memberikan imbal hasil — kembali dilirik sebagai sarana lindung nilai terhadap risiko global dan tekanan inflasi. Logam mulia ini biasanya juga tampil menarik di tengah lingkungan suku bunga rendah.
Di pasar logam lainnya, perak spot tercatat stabil di USD32,33 per ons. Platinum mengalami penurunan tipis 0,1% ke posisi USD950,65, sedangkan paladium turun lebih tajam 1,1% menjadi USD945,19 per ons.
Pergerakan harga emas ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian, investor tetap mencari pijakan yang aman. Dan sejauh ini, logam kuning masih menjadi pilihan utama. (*)
Leave a comment