Home Pasar IHSG Ambruk 8%, Danantara Malah Siap Borong Saham! Ini Incarannya
Pasar

IHSG Ambruk 8%, Danantara Malah Siap Borong Saham! Ini Incarannya

Share
IHSG anjlok 8% hingga trading halt, tetapi Danantara melihat peluang investasi saham perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi.
IHSG anjlok 8% hingga trading halt, tetapi Danantara melihat peluang investasi saham perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi.
Share

Jakarta, danantaranews.id – Pasar saham Indonesia diguncang tekanan besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Di tengah gejolak tersebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) justru melihat peluang untuk masuk ke pasar modal dan memburu saham perusahaan yang dinilai memiliki fundamental kuat.

CEO Danantara Rosan Roeslani menilai penurunan harga saham sejumlah emiten membuat valuasi perusahaan menjadi lebih menarik untuk investasi jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa Danantara siap memanfaatkan momentum tersebut, terutama pada saham sektor perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi.

IHSG Anjlok 8%, Perdagangan Saham Disetop

IHSG mengalami tekanan tajam pada pembukaan perdagangan Jumat. Indeks turun 469,86 poin atau 8,01% ke level 5.393,92 sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit.

Tekanan juga menghantam saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks tersebut melemah 49,14 poin atau 8,33% ke posisi 540,95.

Gejolak pasar muncul setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. MSCI mempertimbangkan perubahan status Indonesia dari kategori pasar berkembang atau emerging market menjadi pasar mandiri atau standalone market.

Usulan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan klasifikasi pasar saham Indonesia dalam indeks global. Di tengah situasi tersebut, pemerintah, regulator, dan pengelola bursa menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola serta transparansi pasar modal.

Dasco Datangi BEI, Minta Bursa Terus Berbenah

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendatangi BEI di Jakarta pada Jumat siang setelah IHSG mengalami trading halt. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta pengelola bursa melanjutkan perbaikan dan mempertimbangkan masukan dari lembaga pemeringkat serta penyedia indeks internasional, termasuk MSCI.

“Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Dasco saat konferensi pers di BEI.

Dasco juga menyoroti waktu penerbitan tinjauan MSCI. Menurut dia, proses review atau konsultasi tersebut semestinya berlangsung pada November, tetapi MSCI sudah mengeluarkan semacam review pada Jumat dini hari waktu Indonesia Barat.

Ia menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sebenarnya telah menjalankan sejumlah proses untuk mengakomodasi masukan terkait pasar modal. Karena itu, DPR menggelar rapat koordinasi bersama BEI, OJK, Danantara, dan kepolisian pada Jumat.

“Semua pihak akan memberikan keterangan sesuai dengan porsi masing-masing,” ujar Dasco.

Dalam kunjungan tersebut, Dasco hadir bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Pertemuan itu berlangsung ketika pelaku pasar menghadapi tekanan besar setelah pengumuman MSCI.

Danantara Lihat Peluang di Tengah Kejatuhan Saham

Di tengah koreksi tajam IHSG, Rosan menilai penurunan valuasi sejumlah saham dapat membuka kesempatan bagi Danantara untuk berinvestasi. Menurut dia, investor perlu melihat kondisi tersebut dari perspektif jangka panjang, bukan hanya mengikuti gejolak harga dalam jangka pendek.

“Kita harus tetap melihat ini suatu opportunity, optimis, kami yakini, dan kami dari Danantara siap masuk. Karena melihat kembali lagi, ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” kata Rosan dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, Jumat.

Rosan menilai koreksi harga saham telah membawa valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk emiten milik badan usaha milik negara (BUMN), ke tingkat yang relatif rendah. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat menjadi peluang untuk membangun investasi jangka panjang.

Danantara tetap mempertimbangkan kekuatan fundamental perusahaan ketika menentukan peluang investasi. Rosan meyakini sejumlah perusahaan yang tercatat di BEI masih memiliki prospek positif meskipun harga sahamnya sedang tertekan.

“Karena kita meyakini dan kita melihat dan kita menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik,” ujarnya.

Perbankan Jadi Salah Satu Sektor Incaran

Sektor perbankan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian Rosan. Ia menilai fundamental perusahaan perbankan masih solid, sementara valuasi sejumlah sahamnya berpotensi berada di bawah satu kali rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV).

Menurut Rosan, valuasi tersebut juga berpotensi berada di bawah median perusahaan sejenis dalam industri perbankan. Jika kondisi itu sejalan dengan analisis investasi Danantara, harga saham yang terkoreksi dapat membuka ruang untuk investasi jangka panjang.

Selain perbankan, Danantara turut melihat peluang pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi. Ketiga sektor tersebut menjadi bagian dari perhatian lembaga investasi itu di tengah penurunan harga saham di pasar modal Indonesia.

Namun, Rosan menegaskan bahwa pendekatan Danantara berbeda dari strategi perdagangan saham jangka pendek. Lembaganya berfokus pada investasi jangka panjang, bukan keluar-masuk pasar hanya untuk mengikuti perubahan harga harian.

“Kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment,” ucapnya.

Rosan Sebut Tekanan Pasar Tak Semata karena Fundamental

Rosan menilai koreksi yang terjadi di pasar saham saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Menurut dia, tekanan pasar juga dipengaruhi faktor teknikal, rumor, dan sentimen nonfundamental.

“Yes, di bursa kita selalu pasti ada ups and downs, tapi kalau kami melihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal teknikal, market rumors di market, dan juga lebih ke soal non-fundamental,” tuturnya.

Pandangan tersebut menjadi dasar bagi Danantara untuk tetap melihat peluang di tengah volatilitas pasar. Meski begitu, Rosan tidak menyebutkan emiten tertentu yang akan menjadi target investasi lembaganya.

Rosan juga mengapresiasi langkah OJK dan BEI dalam memperbaiki tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas pasar modal Indonesia. Pembenahan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pasar ketika investor menghadapi ketidakpastian.

OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal

Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa reformasi pasar modal sejak Januari 2026 mencakup sejumlah perubahan dalam keterbukaan informasi. Salah satunya adalah pembukaan data kepemilikan saham di atas 1%.

OJK juga memperluas rincian klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 jenis. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi informasi di pasar modal Indonesia.

Selain itu, reformasi mencakup peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float menjadi 15% yang diterapkan secara bertahap. OJK juga mengumumkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Langkah-langkah tersebut menjadi sorotan di tengah konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar modal Indonesia. Pembenahan transparansi dan tata kelola turut menjadi perhatian ketika pasar menghadapi tekanan tajam.

IHSG Sudah Terkoreksi Hampir 30% Sejak Awal Tahun

Data OJK menunjukkan tekanan pasar saham Indonesia telah berlangsung sepanjang 2026. Pada akhir September 2026, IHSG berada di level 6.071,14 atau terkoreksi 29,79% sejak awal tahun.

Di sisi lain, jumlah investor pasar modal justru terus bertambah. OJK mencatat jumlah investor tumbuh 57,96% sejak awal tahun hingga mencapai 32,17 juta investor.

Data tersebut memperlihatkan dua perkembangan yang berbeda: indeks saham mengalami koreksi dalam, sementara jumlah investor terus meningkat. Dalam kondisi ini, perhatian pasar tertuju pada langkah pembenahan regulator serta peluang investasi yang dilihat Danantara.

Analis Waspadai Level Support IHSG

Di tengah gejolak pasar, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengingatkan investor untuk memperhatikan level teknikal IHSG. Ia menyebut penembusan level support tertentu dapat membuka ruang koreksi lanjutan.

“Apabila support 5.828 ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut untuk menutup gap di area 5.805-5.744 dan 5.704-5.695, dengan level 5.700 menjadi support psikologis berikutnya,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Ia juga memperingatkan bahwa pelemahan bisa berlanjut apabila IHSG menembus level 5.700. Dalam skenario tersebut, indeks berisiko turun menuju 5.300, yang merupakan area previous low.

Perkembangan IHSG, tindak lanjut konsultasi MSCI, dan langkah reformasi pasar modal akan menjadi perhatian pelaku pasar. Sementara itu, Danantara melihat koreksi valuasi sebagai peluang untuk berinvestasi secara selektif dengan orientasi jangka panjang. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Pemkot Baubau Buka 750 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Ada Peluang ke Jepang

BAUBAU, danantaranews.id – Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menghadirkan 750 lowongan kerja melalui gelaran Job Fair 2026. Bursa kerja ini menjadi salah satu...

BGN Tegaskan Pendaftaran Mitra SPPG Gratis, Waspada Modus Penipuan!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap dugaan penipuan berkedok pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur...

Related Articles

IHSG Ambruk 10,76%! Ancaman MSCI Bikin Pasar Saham Indonesia Terguncang

Usulan penurunan status Indonesia menjadi Standalone Market menyoroti persoalan transparansi dan tata...

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...