Home BUMN Kita Pacu Ekonomi Digital, PLN Pasok Energi Listrik 2.378 GWh untuk 159 Data Center di Indonesia
BUMN Kita

Pacu Ekonomi Digital, PLN Pasok Energi Listrik 2.378 GWh untuk 159 Data Center di Indonesia

Share
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital di Tanah Air memicu lonjakan kebutuhan energi listrik secara signifikan.

PT PLN (Persero) mencatat konsumsi energi dari 159 pelanggan pusat data (data center) yang dilayaninya kini telah menembus 2.378 Gigawatt Hour (GWh).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa ketahanan dan keandalan pasokan listrik menjadi fondasi utama dalam menopang pertumbuhan ekosistem digital nasional.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya peran infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Darmawan menjelaskan bahwa industri data center memiliki karakteristik kebutuhan listrik yang sangat spesifik. Selain kapasitas besar, sektor ini menuntut keandalan tinggi, kualitas daya yang stabil, hingga pemanfaatan sumber energi bersih (green energy).

Oleh karena itu, PLN terus memperkuat perencanaan infrastruktur jaringan agar investasi di sektor digital dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Jawa Barat Pusat Klaster

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengungkapkan bahwa total daya tersambung untuk 159 pelanggan data center saat ini telah mencapai 2.038 Megavolt Ampere (MVA).

Saat ini, sekitar 99 persen dari total kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali), dengan Jawa Barat sebagai klaster terbesar. Namun, pemetaan ekspansi data center kini mulai meluas ke wilayah strategis lainnya.

“Pengembangan data center mulai merambah ke luar Jawa, termasuk wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi ini dipastikan akan terus meningkat dalam skala yang sangat signifikan,” jelas Dini.

Strategi Early Alignment 

Melihat tren adopsi komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan yang kian masif, PLN menilai lonjakan konsumsi saat ini barulah permulaan dari gelombang besar ekonomi digital.

Tantangan terbesar PLN ke depan adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan, keandalan jaringan, stabilitas sistem jangka panjang, serta keterjangkauan harga bagi para pelaku industri.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN mengedepankan pendekatan early alignment—yakni koordinasi dan komitmen sejak tahap awal perencanaan pengembangan data center.

“Diperlukan komitmen lebih awal dan kerja sama erat antara PLN, pelaku usaha, dan pemerintah. Dengan proyeksi permintaan yang jelas serta jadwal pengaliran listrik (energisasi) yang realistis, kapasitas infrastruktur dapat dibangun tepat waktu dan tepat sasaran,” tutup Dini.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun

JAKARTA, danantaranews.id – Perkembangan harga logam mulia di Pegadaian mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan resmi dari laman Pegadaian pada...

Buruan Daftar! Job Fair Jakarta Barat 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal & Lokasinya

JAKARTA, danantaranews.id – Bagi Anda yang sedang berburu pekerjaan, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Barat resmi menggelar ajang bursa...

Related Articles

Kabar Baik! BPJS Ketenagakerjaan Yogya Pangkas Iuran JKK & JKM Pekerja Pamsimas Hingga 50 Persen

YOGYAKARTA, danantaranews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta membawa...

KPR Subsidi FLPP Tembus 160.070 Unit per September 2026, BP Tapera Kejar Target Program 3 Juta Rumah! 

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan pencapaian...

Transisi Energi Bersih PLN EPI: Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau dan Buka Peluang Bisnis Baru Sektor Bioenergi

JAKARTA, danantaranews.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengungkapkan bahwa pemanfaatan...

Polemik KAI Beli KRL Bekas dari Jepang, Ini Respon MTI

JAKARTA, danantaranews.id – Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk...