JAKARTA, danantaranews.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengambil langkah agresif untuk memperkuat struktur industri makanan dan minuman (mamin) nasional.
Kemenperin secara resmi menetapkan target nilai ekspor produk mamin nasional mencapai 83,08 miliar dolar AS pada 2029, dengan memproyeksikan rata-rata pertumbuhan sebesar 10,9 persen per tahun.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi manufaktur yang sangat solid untuk menjadi pusat produksi, inovasi, sekaligus investasi pangan di tingkat global.
“Industri manufaktur kita semakin solid. Ke depan, kekuatan ini harus diterjemahkan menjadi produk yang bernilai tambah, berkualitas, inovatif dan berdaya saing di pasar global,” tegas Faisol Riza di Jakarta.
Untuk merealisasikan target jumbo tersebut, Kemenperin telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
-
Eksplorasi Pasar Baru: Melakukan penetrasi ekspor ke 20 negara tujuan baru yang tersebar di wilayah Amerika, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
-
Peningkatan Kapasitas Produksi: Mendorong tingkat utilisasi pabrik mamin hingga mencapai target 70 persen.
-
Hilirisasi Sumber Daya Lokal: Mempercepat hilirisasi berbasis bahan baku lokal serta meningkatkan nilai tambah dan standar mutu produk.
-
Penerapan SNI Wajib: Memperketat standar kualitas pada produk strategis seperti tepung terigu, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), minyak goreng sawit, kopi instan, kakao bubuk, hingga gula kristal rafinasi.
Performa Sektor Mamin
Berdasarkan data Manufacturing Value Added (MVA) 2025 dari World Bank, nilai tambah industri manufaktur Indonesia telah menyentuh 275,61 miliar dolar AS. Capaian ini menempatkan Indonesia di posisi ke-12 dunia sekaligus peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Kontribusi sektor mamin terhadap perekonomian nasional juga mencatatkan kinerja yang sangat positif:
-
Pertumbuhan Semester I-2026: Sektor mamin tumbuh 6,77 persen dan menyumbang 41,86 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas (serta 7,16 persen terhadap PDB nasional).
-
Capaian Ekspor: Pada Semester I-2026, ekspor mamin telah mencapai 24,61 miliar dolar AS dengan mencetak surplus perdagangan sebesar 17,57 miliar dolar AS.
-
Investasi & Tenaga Kerja: Realisasi investasi di sektor mamin menembus Rp26,82 triliun dan berhasil menyerap sekitar 6,94 juta tenaga kerja lokal.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa momentum pameran Food Ingredients Asia(Fi Asia) Indonesia 2026 di Jakarta menjadi wadah krusial untuk mentransfer teknologi dan menyesuaikan produk mamin nasional dengan tren global yang kini makin berfokus pada aspek gizi, keamanan pangan, kehalalan, serta keberlanjutan.
Leave a comment