Empat Hari Jadi Titik Temu Bisnis
Jakarta, danantaranews.id – Jakarta tengah menggelar JITEX 2026 yang mempertemukan pelaku usaha, investor, buyer, pemerintah, asosiasi bisnis, serta mitra dari berbagai jaringan. Ajang Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo tersebut berlangsung 16-19 September 2026 di JIExpo Convention Centre dan Gedung Pusat Niaga, Kemayoran.
ATTEC dan HIPPINDO bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM menggelar JITEX 2026 dengan mengusung tema “Ignite the Economy”. Penyelenggara menjadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk menghubungkan potensi usaha dengan kebutuhan pasar.
Konsep tersebut membuat JITEX tidak berhenti pada aktivitas pameran. Penyelenggara juga membuka ruang untuk membangun relasi bisnis, menjajaki investasi, hingga menyusun kerja sama yang dapat berlanjut setelah acara selesai.
Explore hingga Thrive Jadi Alur JITEX
JITEX 2026 menggunakan empat tahapan sebagai fondasi kegiatan, yaitu Explore, Deal, Commit, dan Thrive. Alur tersebut menggambarkan proses bisnis sejak pelaku usaha menemukan peluang baru sampai mengembangkan kerja sama secara berkelanjutan.
Explore menjadi tahap untuk mencari peluang dan pasar, sedangkan Deal mengarah pada pembentukan kesepakatan bisnis. Setelah itu, Commit memperkuat kerja sama melalui investasi dan kolaborasi sebelum masuk ke tahap Thrive untuk mendorong pertumbuhan usaha.
Ketua Umum ATTEC dan HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan penyelenggara ingin memastikan JITEX menghasilkan hubungan bisnis yang tidak berakhir ketika acara ditutup.
“Kami ingin mempertemukan buyer, investor, dan business partner dari berbagai jaringan dengan produk dan potensi yang ada di Indonesia. Dari pertemuan ini, kami berharap dapat lahir transaksi, investasi, dan kerja sama yang tidak berhenti selama penyelenggaraan JITEX, tetapi terus berkembang setelahnya,” ujar Budihardjo.
Jakarta Dorong Akses ke Pasar Dunia
Menurut Budihardjo, Jakarta memiliki modal sebagai pusat perdagangan, jasa, investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Posisi tersebut menjadi dasar untuk memperluas konektivitas ekonomi Indonesia dengan pasar internasional.
Karena itu, JITEX 2026 tidak hanya memperkenalkan produk dan potensi bisnis. Ajang ini juga mempertemukan kebutuhan pasar dengan peluang usaha yang tersedia.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan JITEX memperlihatkan ruang yang dapat dimainkan Jakarta untuk membuka akses menuju investasi dan pasar internasional. Ia berharap penyelenggaraan serupa dapat berkembang di daerah lain sehingga peluang investasi tidak hanya bertumpu pada satu wilayah.
“Ke depan, JITEX diharapkan terus menjadi ruang yang mempertemukan peluang dengan pelaku usaha dan mendorong kolaborasi yang berkelanjutan, dari Explore, Deal, Commit hingga Thrive,” kata Ni Luh Puspa.
Rano Karno Bicara Transformasi Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaitkan JITEX 2026 dengan agenda transformasi Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, Jakarta perlu memperkuat hubungan dengan rantai nilai dunia.
“Jakarta tidak lagi cukup puas menjadi kota metropolitan yang besar secara populasi dan anggaran, tetapi harus bertransformasi menjadi hub global yang terhubung dengan rantai nilai dunia,” ujar Rano.
Ia menyebut JITEX 2026 sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan Jakarta menuju pasar global. Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari langkah memperkuat posisi Jakarta dalam jaringan ekonomi internasional.
Bidik 20 Kota Global Teratas pada 2045
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengarahkan penyelenggaraan JITEX agar sejalan dengan target membawa Jakarta masuk ke jajaran 20 kota global teratas dunia pada 2045.
Untuk mendukung sasaran tersebut, Jakarta memperkuat konektivitas perdagangan, investasi, dan jejaring internasional. JITEX kemudian diarahkan untuk ikut membangun Jakarta sebagai Competitive Global City dan Global Creative Hub.
Konsep tersebut mempertemukan kegiatan ekonomi dengan sektor kreatif, pariwisata, budaya, serta berbagai potensi lokal Jakarta. Dengan begitu, aktivitas dalam JITEX tidak hanya menyasar pelaku bisnis, tetapi juga masyarakat.
Agenda Bisnis Dibuat Berlapis
Penyelenggara menyiapkan sejumlah agenda untuk mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu rangkaian kegiatan. Selain pameran produk lokal dan internasional, JITEX menghadirkan business matching serta Business Matching P3DN DKI Jakarta.
Forum bisnis dan investasi, penandatanganan MoU, diskusi panel, talkshow, workshop, FGD, dan networking programme turut masuk dalam rangkaian acara. Berbagai agenda tersebut membuka ruang interaksi antara pelaku usaha, investor, pemerintah, dan mitra strategis.
JITEX juga membawa dua pameran internasional, yakni Asia Food & Ecosystem Expo (AFEX) dan Asia Sourcing Expo (ASE). Sementara itu, Asia Food & Ecosystem Summit dan ATTEC Global Investment Forum menjadi ruang untuk membahas konektivitas bisnis serta investasi.
Ekonomi Bertemu Kuliner dan Budaya
Menariknya, JITEX 2026 juga membawa rangkaian kegiatan yang menyasar masyarakat umum. JITEX Culinary Festival, JITEX Concert, dan pertunjukan kebudayaan menjadi bagian dari acara.
Kehadiran kegiatan tersebut membuat JITEX menghubungkan bisnis dengan pariwisata, kreativitas, budaya, dan potensi lokal. Aktivitas ekonomi pun hadir berdampingan dengan ruang hiburan dan interaksi masyarakat.
JITEX Ingin Tinggalkan Efek Setelah Pameran
Semangat “Ignite the Economy” menjadi benang merah JITEX 2026 dalam memperluas koneksi Jakarta dengan pasar nasional dan internasional. Penyelenggara berharap pertemuan antara buyer, investor, pelaku usaha, pemerintah, dan mitra strategis dapat membuka peluang baru.
Peluang tersebut mencakup perdagangan, investasi, perluasan pasar, serta kerja sama jangka berkelanjutan. Karena itu, ukuran keberhasilan JITEX tidak hanya berada pada aktivitas selama empat hari penyelenggaraan.
JITEX 2026 pada akhirnya membawa gagasan untuk mempertemukan kekuatan ekonomi lokal dengan jaringan global. Melalui platform tersebut, Jakarta ingin memperkuat perannya sebagai kota global sekaligus membuka jalan bagi potensi Indonesia menuju pasar internasional. (*)
Leave a comment