Home Lifestyle Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ini Aturan Minum Air Agar Bebas Dehidrasi
Lifestyle

Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ini Aturan Minum Air Agar Bebas Dehidrasi

Share
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Indonesia menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang sepanjang tahun 2026. Musim hujan diperkirakan baru akan datang bertahap mulai pertengahan Oktober di Sumatra hingga awal November di Jawa Barat dan Banten.

Menghadapi cuaca panas ekstrem ini, risiko dehidrasi meningkat tajam, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Fitri Hudayani, SST., S.Gz, MKM, RD, mengingatkan bahwa penguapan cairan tubuh tak hanya terjadi melalui keringat, tetapi juga lewat saluran pernapasan.

“Kita akan merasa haus jika tubuh mulai kehilangan 1-2 persen cairan. Bahayanya, orang bisa mengalami dehidrasi ringan bahkan sebelum rasa haus itu muncul,” terang Fitri yang juga menjabat sebagai Ketua PP Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) seperti dilansir Antara.

Aturan dan Jumlah Asupan Cairan Saat Cuaca Panas

Guna menjaga kondisi tubuh tetap fit dan terhindar dari kekurangan cairan, berikut panduan konsumsi air harian yang disarankan:

  • Pola Minum Harian: Idealnya mengonsumsi 2 hingga 2,5 liter air (sekitar 8-10 gelas) per hari.

  • Tambahan Saat Keringat Berlebih: Jika banyak beraktivitas di bawah terik matahari, tambahkan asupan air sebanyak 0,5 hingga 1 liter dari porsi biasa.

  • Trik Saat Aktivitas Luar Ruangan: Jangan menunggu haus. Minumlah secara berkala setiap 15-20 menit sekali sebanyak satu gelas (250 cc).

Alternatif Sumber Cairan dan Minuman yang Perlu Dibatasi

Fitri menjelaskan bahwa kebutuhan cairan tidak hanya didapat dari air putih semata, melainkan bisa diselingi dengan makanan tinggi kadar air.

Beberapa opsi makanan dan minuman pelengkap meliputi:

  • Buah-buahan Segar: Semangka, melon, atau jeruk yang kaya air dan mineral.

  • Makanan Berkuah: Sup atau sayur berkuah bening.

  • Minuman Lain: Kopi, teh, atau minuman berenergi tetap bisa menjadi variasi.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk membatasi konsumsi minuman bergula tinggi agar tidak memicu gangguan kesehatan lain seperti lonjakan gula darah.

Mengombinasikan pola minum yang disiplin dengan asupan makanan bergizi menjadi kunci utama agar tubuh tetap berenergi sepanjang musim kemarau.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun

JAKARTA, danantaranews.id – Perkembangan harga logam mulia di Pegadaian mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Berdasarkan pantauan resmi dari laman Pegadaian pada...

Buruan Daftar! Job Fair Jakarta Barat 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan Kerja, Cek Jadwal & Lokasinya

JAKARTA, danantaranews.id – Bagi Anda yang sedang berburu pekerjaan, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Barat resmi menggelar ajang bursa...

Related Articles

Lebih dari Sekadar Alat Olahraga, Ini Alasan Samsung Galaxy Watch9 Wajib Dilirik!

JAKARTA, danantaranews.id – Jam tangan pintar (smartwatch) terus mengalami evolusi cepat setiap...

HP Honor X9e Pro Resmi Meluncur: Baterai Monster 11.000 mAh, Tahan Jatuh 3 Meter, dan Kamera Bawah Air!

JAKARTA, danantaranews.id – Honor secara resmi meluncurkan smartphone terbarunya, Honor X9e Pro,...

Denza N8L EV Resmi Meluncur: Mobil listrik Jangkauan 960 Km, Cas 9 Menit, dan Fitur AI Super Canggih!

JAKARTA, danantaranews.id – Merek kendaraan listrik mewah di bawah naungan BYD, Denza,...

Menjelajah Ratusan Masjid: Cerita Hangat Jemaah Safari Jumat Tebet-Bekasi di Masjid Raya Al-Ittihad

danantaranews.id – Dering pesan singkat di grup WhatsApp pada Jumat (24/9/2026) pagi...