JAKARTA, danantaranews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan pencapaian signifikan dalam cakupan perlindungan kesehatan masyarakat.
Hingga Juli 2026, jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara resmi menyentuh angka 284,3 juta jiwa atau setara dengan 98,61 persen dari total seluruh penduduk Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengumumkan capaian tersebut dalam gelaran Seva Paramahita Award di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Untuk melayani ratusan juta peserta tersebut, pihaknya terus memperluas jaringan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok negeri.
Saat ini, jaringan pelayanan BPJS Kesehatan telah mencakup:
-
23.758 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
-
3.229 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL)
Guna memperkuat perlindungan finansial dan memberikan fleksibilitas layanan bagi masyarakat, BPJS Kesehatan secara resmi menggalakkan kolaborasi dengan sektor swasta melalui skema Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT).
“Penandatanganan nota kesepahaman dengan 11 AKT hari ini merupakan langkah awal yang konkret untuk memperkuat koordinasi antara JKN dan AKT,” terang Pujo.
Ia menegaskan bahwa skala pelayanan yang masif ini menuntut tanggung jawab yang lebih besar agar masyarakat dapat memperoleh manfaat kesehatan secara optimal.
Tambah Petugas BPJS SATU di Rumah Sakit
Untuk mengurai berbagai persoalan dan keluhan pelayanan di lapangan, BPJS Kesehatan berencana menambah rasio tenaga pendamping BPJS SATU! (BPJS Siap Membantu) di berbagai rumah sakit.
Langkah penambahan personel ini ditujukan untuk mempermudah akses informasi, memberikan pendampingan langsung, serta memfasilitasi solusi cepat saat peserta membutuhkan perawatan.
Ke depannya, BPJS Kesehatan berkomitmen menggeser orientasi pelayanan dari yang semula berfokus pada volume kuantitas tindakan medis menuju mutu pelayanan berbasis kualitas (value-based).
“Peningkatan volume dan pilihan pelayanan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu dan pengalaman peserta. Pengalaman peserta didapat dari selisih antara harapan dan kenyataan. Semoga harapan-harapan peserta makin sesuai dengan kenyataan yang diterima di lapangan,” pungkas Pujo.
Leave a comment