JAKARTA, danantaranews.id – Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak di tengah ancaman musim kemarau. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan penambahan alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 150 ribu ton.
Bantuan pasokan ini diambil dari stok Perum Bulog dan diprioritaskan khusus bagi peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Fokus Peternak UMKM
Zulhas menegaskan bahwa intervensi harga ini menyasar peternak menengah ke bawah yang paling terdampak kenaikan harga pakan, bukan industri manufaktur atau pabrik pakan skala besar.
“Bulog punya stok jagung, kita minta nanti SPHP jagung 150 ribu ton ini untuk menyuplai peternak-peternak UMKM, bukan pabrik besar,” ujar Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Antisipasi Lonjakan Harga
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif menghadapi musim paceklik akibat kondisi kering berkepanjangan. Menurut Zulhas, cuaca ekstrem menyebabkan produksi jagung nasional menurun drastis sehingga memicu ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan permintaan pasar (supply and demand).
Dampak penurunan produksi jagung nasional:
-
Pasokan jagung di pasaran menyusut tajam
-
Harga bahan baku pakan ternak melonjak tinggi
-
Beban operasional peternak unggas kecil makin membengkak
Melalui penyaluran SPHP jagung ini, pemerintah berharap para peternak unggas skala kecil tetap bisa mendapatkan bahan pakan dengan harga terjangkau, sehingga kelangsungan usaha peternakan lokal tetap terjaga selama masa paceklik.
Leave a comment