JAKARTA, danantaranews.id – Perum Bulog memastikan bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah disalurkan ke seluruh wilayah yang membutuhkan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai masyarakat di wilayah terdampak yang sama sekali belum memperoleh bantuan pangan.
“Alhamdulillah sampai dengan saat ini belum ada yang istilahnya emergency, atau belum pernah dapat bantuan. Semua sudah dapat,” ujar Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, Bulog menyerahkan bantuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah di wilayah terdampak. Mekanisme tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Bulog tidak menyalurkan bantuan secara langsung kepada penerima manfaat. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD di setiap daerah yang berada dalam koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Untuk penyaluran bencana alam yang kami lakukan, Bulog tidak langsung menyalurkan secara fisik kepada penerima manfaat. Namun kami bersinergi dengan BPBD di masing-masing wilayah yang dikoordinasikan oleh BNPB,” jelas Rizal.
Bulog Siapkan Stok Beras untuk Kondisi Darurat
Untuk mengantisipasi kebutuhan pangan yang muncul secara mendadak, Bulog juga menyiapkan stok beras sebagai cadangan darurat di sejumlah titik strategis.
Sebanyak 10 ton beras disiagakan di bandara dan 10 ton lainnya ditempatkan di pelabuhan. Cadangan tersebut dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terdapat daerah yang membutuhkan tambahan bantuan akibat kondisi darurat.
Koordinasi dilakukan melalui posko utama BNPB, baik di tingkat pusat maupun di NTT. Dengan mekanisme tersebut, perkembangan kebutuhan pangan di wilayah terdampak dapat dipantau sehingga bantuan dapat segera digerakkan apabila diperlukan.
Rizal menegaskan stok yang disiapkan di bandara dan pelabuhan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi Bulog menghadapi kemungkinan munculnya kebutuhan bantuan baru.
“Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan daerah yang belum diberikan bantuan bencana bisa emergency mengambil beras yang kami standby-kan di bandara maupun di pelabuhan tersebut,” katanya.
Meski telah menyiapkan stok tambahan, Bulog menyebut sampai saat ini belum menerima laporan adanya wilayah terdampak yang membutuhkan penyaluran bantuan melalui skema darurat.
Bantuan Beras Bulog Capai 1.321,55 Ton
Berdasarkan data hingga 1 September 2026, total realisasi bantuan bencana yang telah disalurkan Bulog untuk masyarakat terdampak gempa di NTT mencapai 1.321.550 kilogram atau sekitar 1.321,55 ton beras.
Bantuan tersebut berasal dari beberapa sumber, yakni 881,98 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana, 101,8 ton bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), serta 472,98 ton beras melalui program bantuan pangan.
Selain beras, Bulog juga telah menyalurkan 7.000 liter minyak goreng, atau telah mencapai 100 persen dari alokasi yang tersedia.
Bantuan pangan tersebut menyasar tujuh daerah di NTT yang terdampak gempa, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.
Dalam proses distribusi, Bulog bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, aparat desa hingga kementerian terkait.
Sinergi lintas lembaga tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pangan dapat bergerak dari titik distribusi menuju masyarakat terdampak secara cepat, merata, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan tersalurnya bantuan ke seluruh wilayah terdampak dan tersedianya stok beras siaga di bandara serta pelabuhan, Bulog memastikan dukungan pangan bagi korban gempa NTT tetap dapat diberikan apabila sewaktu-waktu terjadi kebutuhan tambahan.
Leave a comment