Home Pasar Harga Ayam Anjlok Parah di Bawah HPP, Peternak Rakyat Terancam Gulung Tikar!
Pasar

Harga Ayam Anjlok Parah di Bawah HPP, Peternak Rakyat Terancam Gulung Tikar!

Share
Ayam Potong (net)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Industri peternakan rakyat saat ini tengah berada dalam kondisi kritis. Harga ayam hidup (live bird) yang merosot tajam dan berkepanjangan membuat peternak rakyat terjepit di antara biaya produksi yang tinggi dan harga jual yang rendah.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa hanya dikaitkan dengan kelebihan pasokan (over supply). Menurutnya, ada masalah struktural mendalam yang perlu segera dibenahi oleh pemerintah.

Mengapa Peternak Rakyat Rugi Besar?

Saat ini, harga jual ayam hidup di tingkat peternak hanya berada di kisaran Rp15.000 – Rp17.000 per kilogram. Padahal, Harga Pokok Produksi (HPP) sudah menembus angka Rp22.000 per kilogram.

Kondisi ini diperparah oleh lonjakan harga pakan yang menjadi komponen biaya terbesar, yakni mencapai Rp8.600 – Rp9.500 per kilogram, atau naik sekitar Rp1.000 dibanding periode sebelumnya.

Dampak nyata bagi peternak:

  • Kerugian mencapai Rp5.000 – Rp7.000 per kilogram ayam.
  • Estimasi kerugian per ekor mencapai Rp8.000 – Rp10.000 (asumsi berat panen 2 kg).
  • Fenomena cost-price squeeze (biaya naik, harga jual turun) yang mengancam keberlangsungan usaha.

Efek Domino dari Tata Kelola Impor Pakan

Kusnan menyebut, akar persoalan justru terletak pada mekanisme pengadaan bahan baku pakan impor yang kini terkonsentrasi melalui satu pintu dengan sistem Cash Before Delivery (CBD).

Sistem ini memicu efek domino yang merugikan peternak:

  1. Tekanan Likuiditas: Industri pakan skala kecil dan menengah kesulitan modal kerja.
  2. Penagihan Agresif: Akibat likuiditas yang ketat, penagihan pembayaran pakan ke peternak dipercepat.
  3. Panic Selling: Peternak terpaksa menjual ayam lebih awal untuk menutupi utang pakan, bibit (DOC), dan operasional, yang akhirnya membuat harga pasar jatuh di bawah acuan pemerintah.

Dalam istilah ekonomi, ini merupakan bullwhip effect, di mana gangguan di sektor hulu (impor pakan) menciptakan guncangan hebat di sektor hilir (harga jual peternak).

Permindo Minta Pemerintah Segera Bertindak

Demi menyelamatkan peternak rakyat dan menjaga ketahanan pangan nasional, Permindo mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total dengan langkah-langkah berikut:

  • Reformasi Tata Kelola Impor: Meninjau ulang sistem pengadaan bahan baku pakan agar lebih kompetitif.
  • Pembiayaan Rantai Pasok: Menyediakan skema pembiayaan yang lebih ramah bagi peternak rakyat.
  • Buffer Stock Nasional: Pembentukan cadangan ayam nasional untuk menjaga stabilitas harga.
  • Transparansi Data: Membangun sistem data perunggasan yang transparan untuk mencegah permainan harga.

“Jika kondisi ini dibiarkan, peternak rakyat akan terus tergerus dan dikhawatirkan mengganggu pasokan pangan nasional di masa depan,” tutup Kusnan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Kapal Pesiar Jumbo Mulai Serbu Bali, Pelindo Benoa Siapkan Jurus Baru

Denpasar, danantaranews.id – Pelabuhan Benoa di Kota Denpasar, Bali, bersiap menghadapi musim kedatangan kapal pesiar internasional periode 2026/2027. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Benoa...

BBM Bali Sempat Telat, Pertamina Ubah Pola Suplai

Bali, danantaranews.id – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengubah pola suplai bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga ketersediaan energi masyarakat di Bali. Langkah...

Related Articles

Harga TBS Sawit di Riau Turun Lagi! Kini Jadi Rp3.733 per Kg

PEKANBARU, danantaranews.id – Kabar kurang menggembirakan menghampiri para petani kelapa sawit di...

Monster Gaming Telah Lahir: Intip Spesifikasi Gahar dan Harga iQOO 16 Berbaterai 8.400 mAh

JAKARTA, danantaranews.id – Dunia mobile gaming kembali diguncang oleh kehadiran monster performa...

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk...

Huawei Mate 90 Pro Resmi Meluncur! Cek Spesifikasinya yang Wah Banget dan Harganya

BEIJING, danantaranews.id – Pasar ponsel pintar flagship kembali bergejolak setelah Huawei secara...