Denpasar, danantaranews.id – Suasana haru menyelimuti gang kecil di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, pada Senin, 27 Oktober 2025. Momen ini menjadi saksi nyata komitmen PLN dalam menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, korporasi listrik pelat merah ini menggelar program mulia bertajuk “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”.
Hari itu, petugas PLN menyusuri lorong berkerikil menuju rumah sederhana milik I Nyoman Nuki, seorang tukang parkir. Selama bertahun-tahun, Nuki dan keluarga kecilnya hidup dalam keterbatasan listrik, hanya mengandalkan sambungan seadanya dari tetangga. Listrik sering redup, bahkan padam, membuat aktivitas malam hari dan waktu belajar anaknya menjadi sulit.
Kini, semua berubah. Di depan rumah Nuki, sebuah meteran baru terpasang, dan listrik PLN secara resmi menyala untuk pertama kalinya.
“Dulu kami hanya bisa minta listrik dari tetangga. Sekarang akhirnya punya listrik sendiri. Terima kasih kepada PLN dan semua yang sudah membantu,” ucap Made Rasmi, istri Nuki, dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan rasa syukur yang tak terbendung.
Memberi Harapan di Penjuru Bali
Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh keluarga I Made Sudinarta di Banjar Sedahan, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Program sambungan listrik gratis ini secara langsung menghilangkan ketergantungan mereka pada tetangga.
“Selama ini rumah keponakan saya masih menyambung dari tetangga. Sekarang sudah punya sambungan sendiri. Terima kasih atas listrik yang diberikan,” ujar pamannya, Sunarta Atmaja, penuh rasa syukur.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut hadir dalam penyalaan simbolis di Sesetan, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menilai program ini selaras dengan spirit yang menjadi motto Kota Denpasar, yakni Vasudhaiva Kutumbakam (Dunia adalah Satu Keluarga).
“Spirit ini menekankan pentingnya persaudaraan, kebersamaan, dan kolaborasi antarsemua pihak. Melalui program ini, PLN telah menerjemahkan semangat kemanusiaan itu secara nyata,” ungkapnya.
Lebih dari 8.000 Kado Cahaya untuk Indonesia
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero), Evy Haryadi, saat meresmikan penyambungan listrik gratis di Tabanan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional PLN dalam menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Evy menekankan fokus di Bali. “Khusus di Bali, kami ingin masyarakat bisa memiliki listrik secara mandiri agar dapat mengembangkan ekonominya dengan lebih baik. Saat ini Bali sedang tumbuh, permintaan listrik terus meningkat, dan itu menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Evy.
Secara nasional, korporasi bersama insan PLN mempersembahkan lebih dari 8.000 sambungan listrik gratis di seluruh Indonesia sebagai bentuk bakti kepada negeri. Ini adalah kado istimewa bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan, mewujudkan terang di berbagai pelosok.
Di Provinsi Bali sendiri, semangat “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” diwujudkan melalui penyalaan serentak di beberapa lokasi, mencakup Sesetan (Denpasar), Tianyar (Karangasem), Penebel (Tabanan), dan Depeha (Buleleng). Khusus di Bali, PLN memberikan bantuan bagi 20 pelanggan baru yang kini bisa menikmati listrik mandiri di rumahnya masing-masing.
Listrik sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Bali
Evy Haryadi menambahkan bahwa pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali harus direspons dengan penguatan sistem kelistrikan. PLN memastikan Bali mendapatkan dukungan penuh infrastruktur untuk menjamin suplai listrik yang andal.
“PLN menyiapkan penambahan pembangkit baru dan jaringan transmisi baru untuk memperkuat sistem kelistrikan,” jelasnya.
Upaya ini memiliki tujuan yang jauh melampaui sekadar penerangan rumah. PLN yakin bahwa penguatan sistem kelistrikan ini dapat mendorong perekonomian Bali secara keseluruhan, menjadikannya lebih baik dan menyejahterakan masyarakat.
“PLN akan terus mendukung agar seluruh kebutuhan listrik dapat terpenuhi,” tegas Evy, memberikan jaminan kepada para pelaku usaha dan masyarakat Bali.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali (UID Bali), Eric Rossi Priyo Nugroho, menjelaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam membawa terang bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Bali.
“Melalui program ini, kami ingin membawa terang bagi mereka yang selama ini belum tersentuh. Listrik bukan hanya penerang, tetapi juga penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujar Eric.
Eric juga mengucapkan terima kasih atas sinergi dan dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan program ini. Listrik mandiri kini hadir, memberikan kesempatan bagi keluarga pra-sejahtera untuk meningkatkan kualitas hidup, belajar, dan berusaha, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Bali yang semakin menggeliat. Inilah wujud nyata energi yang adil dan merata. (*)
Leave a comment