Home Ekonomi Pemicu IHSG Berdarah-Darah: Kebijakan Fiskal dan Skandal Korupsi
Ekonomi

Pemicu IHSG Berdarah-Darah: Kebijakan Fiskal dan Skandal Korupsi

Share
IHSG Menguat Tipis 0,34 Persen, TOBA dan WIFI Jadi Jawara Hari Ini
Ilustrasi Pergerakan IHSG di BEI (Antara)
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Anjloknya IHSG hingga lebih dari 5 persen memicu Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 11.19 WIB.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengungkapkan bahwa pelemahan IHSG terjadi akibat defisit APBN pada Februari 2025 yang memburuk serta outlook fiskal yang semakin berat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini akibat kebijakan ekonomi yang kurang realistis dan tidak berbasis teknokrasi yang jelas,” ujar Wijayanto.

Selain faktor makroekonomi, kasus mega korupsi di BUMN seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menggerus kepercayaan investor.

“Investor juga mencermati isu Dwi Fungsi ABRI yang dikhawatirkan menimbulkan protes besar. Kekhawatiran ini dapat berdampak negatif pada stabilitas politik dan menurunkan credit rating Indonesia,” tambahnya.


BEI: Aksi Jual Asing Jadi Pemicu Utama Trading Halt

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa tren penurunan IHSG sebenarnya sudah terjadi sejak pekan lalu. Faktor utama yang memperburuk kondisi adalah aksi jual besar-besaran dari investor asing.

“Mayoritas aksi jual dilakukan oleh investor asing. Ditambah lagi, ada tekanan dari kondisi global yang membuat pasar semakin volatil,” jelas Iman.

Selain faktor domestik, kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump juga berdampak terhadap sentimen pasar. Namun, Iman menegaskan bahwa fundamental perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI masih dalam kondisi baik.

Setelah trading halt selama 30 menit, IHSG sempat mengalami pemulihan tipis. Namun, tekanan jual masih berlanjut hingga sesi perdagangan berikutnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Model Taktis JNE: Sukses Angkut 500 Ton Donasi Gratis Ongkir, Menjadi Tulang Punggung Bantuan Bencana Sumatera

Transformasi Logistik Menjadi Aksi Kemanusiaan: JNE Buktikan Kapasitas Distribusi Nasional Jakarta, danantaranews.id – Respons cepat dan terstruktur ditunjukkan oleh perusahaan logistik terdepan, JNE, dalam...

DPR RI Kirim 15 Ton Logistik ke Banjir Sumatera, Ahmad Sahroni Dampingi Pengiriman

Jakarta, danantaranews.id — Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera membuat anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni ikut memberikan dukungan kepedulian....

Related Articles

Rombak Aturan Hulu Migas: PUSKEPI Desak Pemerintah Wajibkan KKKS Pasok Minyak ke Pertamina

Jakarta, danantaranews.id – Kemandirian energi Indonesia kini kembali menjadi sorotan tajam di...

Menakar Kesiapan Energi Nasional: Mengapa Pertamina Patra Niaga Tetap Menjadi Tumpuan Saat Mudik Lebaran 2026?

Jakarta, danantaranews.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan hiruk-pikuk arus mudik...

Rupiah Dalam Bahaya! Ketegangan Nuklir AS-Iran Memuncak, Mata Uang Garuda Terjun Bebas ke Rp16.829

Jakarta, danantaranews.id – Kabar buruk kembali menghantam pasar keuangan tanah air. Nilai...

Urgensi Pemisahan Kementerian ESDM demi Masa Depan Transisi Energi Indonesia

Jakarta, danantaranews.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi momentum krusial untuk...