Jakarta, Danantaranews.id – Selama periode 10-14 Maret 2025, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada Minggu (16/3), rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) hanya mencapai Rp9,4 triliun, turun 28,46% dibandingkan sepekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp13,14 triliun.
Penurunan Kinerja Pasar Saham
Selain nilai transaksi harian, rata-rata volume transaksi harian di BEI juga menurun. Pada pekan ini, volume transaksi hanya mencapai 17,31 miliar saham, turun 12,93% dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 19,88 miliar saham. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan, tercatat sebanyak 1,09 juta kali per hari dibandingkan 1,1 juta kali pada pekan sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. Pada penutupan perdagangan akhir pekan (14/3), IHSG berada di level 6.515, turun 1,82% dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di level 6.636.
Market Cap Terperosok, Investor Asing Catat Jual Bersih
Penurunan IHSG berdampak pada kapitalisasi pasar BEI yang menyusut menjadi Rp11.235 triliun, turun 1,88% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di Rp11.450 triliun. Investor asing turut mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp1,77 triliun pada perdagangan Jumat (14/3). Secara akumulatif, sepanjang tahun ini hingga 14 Maret 2025, total net foreign sell di BEI telah mencapai Rp26,04 triliun.
Pencatatan Perdana Saham dan Sukuk
Di tengah tekanan pasar, BEI tetap mencatatkan dua emiten baru pada pekan ini, yaitu PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI). Dengan demikian, total emiten yang telah melakukan IPO di BEI sepanjang tahun ini mencapai 10 perusahaan.
Selain itu, BEI juga mencatatkan penerbitan sukuk baru, yaitu Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I Tahap II-2025, yang diterbitkan oleh PT CIMB Auto Niaga Finance dengan nilai penghimpunan dana sebesar Rp1,6 triliun.
Total Obligasi dan Surat Berharga di BEI
Hingga saat ini, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 23 emisi dari 16 emiten dengan total nilai Rp27,92 triliun. Adapun total obligasi dan sukuk yang masih beredar mencapai 602 emisi dengan nilai outstanding Rp483,20 triliun dan USD105,75 juta yang diterbitkan oleh 134 emiten.
Selain itu, total Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 192 seri dengan nilai Rp6.190,33 triliun dan USD502,1 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) yang tercatat di BEI mencapai delapan emisi senilai Rp2,41 triliun. (*)
Leave a comment