Home News Prabowo Lantik Pimpinan BPGMN, Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas
News

Prabowo Lantik Pimpinan BPGMN, Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas

Share
Presiden Prabowo melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN dan Mayjen TNI Sriyanto sebagai wakilnya. (presidenri.go.id)
Share

JAKARTA, danantaranews.id – Presiden Prabowo Subianto disebut melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) serta Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala lembaga tersebut.

Pengangkatan ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan ekosistem gambut dan mangrove sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam naskah informasi yang diterima, pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026).

Kedua pejabat disebut mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, kemudian menandatangani berita acara pelantikan.

Pengangkatan mereka dikaitkan dengan Keputusan Presiden Nomor 43M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.

Nomor serta judul keputusan tersebut perlu dipastikan kembali melalui dokumen resmi pemerintah sebelum dipublikasikan.

Satyawan Pudyatmoko memiliki pengalaman di bidang konservasi dan pengelolaan lingkungan. Sebelum penunjukan yang disebutkan dalam naskah tersebut, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Kementerian Kehutanan.

Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Deputi Perencanaan dan Evaluasi di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pengalaman tersebut berkaitan dengan perencanaan dan pemulihan ekosistem gambut serta mangrove.

Sementara itu, Mayjen TNI Sriyanto disebut mengemban jabatan Wakil Kepala BPGMN setelah sebelumnya bertugas sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI/Radin Inten.

Kombinasi pengalaman di bidang konservasi dan kepemimpinan strategis diharapkan mendukung pengelolaan gambut dan mangrove. Namun, rincian jabatan terbaru kedua pejabat tersebut tetap perlu dicocokkan dengan pengumuman resmi pemerintah.

BPGMN Memperkuat Pencegahan Karhutla

Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional sebelumnya diumumkan pemerintah setelah Presiden Prabowo menggelar diskusi bersama akademisi dan pakar lingkungan di Istana Merdeka pada 24 September 2026.

Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan melalui situs Presiden Republik Indonesia, pemerintah menyebut BPGMN dirancang untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut.

Lembaga ini juga diarahkan untuk melibatkan ilmuwan dan tenaga profesional dalam mendukung pengelolaan ekosistem berbasis pengetahuan.

Salah satu perhatian utama ialah memperkuat upaya pencegahan sejak dini, bukan hanya melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang dan menjaga kelestarian lingkungan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya juga menjelaskan arah pembentukan badan tersebut dalam keterangan pemerintah. Fokusnya mencakup penguatan pencegahan karhutla dari hulu hingga lapangan.

Riset, Pemetaan, dan Deteksi Dini Jadi Perhatian

Pengelolaan gambut membutuhkan dukungan data ilmiah agar pemerintah dapat mengenali karakteristik lahan, memetakan kawasan rawan kebakaran, dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai.

Dalam naskah informasi mengenai pelantikan tersebut, BPGMN disebut akan memperkuat riset, pemetaan kawasan, sistem deteksi dini, serta pemantauan titik panas atau hotspot di lahan gambut.

Pemantauan titik panas dapat membantu mendeteksi indikasi kebakaran lebih awal sehingga petugas memiliki kesempatan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan pencegahan.

Pelibatan peneliti dan tenaga profesional juga diharapkan membantu pemerintah menyusun langkah pengelolaan berdasarkan data.

Selain dukungan teknologi, keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan gambut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Warga yang tinggal dekat lokasi rawan kebakaran dapat membantu mengenali potensi bahaya dan menyampaikan informasi lebih cepat kepada petugas.

Dengan pendekatan berbasis riset, pemetaan, deteksi dini, dan partisipasi masyarakat, pengelolaan gambut dan mangrove diharapkan semakin terarah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ekosistem sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Aprindo: Ritel Indonesia Siap Kuasai Asia Pasifik

TANGERANG, danantaranews.id – Industri ritel Indonesia terbukti tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri, melainkan bertransformasi menjadi kekuatan besar di kawasan Asia Pasifik....

Dukung Ajang MotoGP Mandalika 2026, Telkomsel Siagakan 296 BTS 4G/5G

JAKARTA, danantaranews.id – Guna mengantisipasi melonjaknya lalu lintas komunikasi dan internet selama ajang balap dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) 2026...

Related Articles

RUU Migas 2026 Dikawal Muhammadiyah-FSPPB, Pertamina Didorong Jadi BUK Terintegrasi

JAKARTA, danantaranews.id  – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu...

Pertamina Genjot Pemulihan BBM Bali, Pasokan 57,9 Juta Liter Disiapkan

Sebanyak 60 SPBU tambahan di Denpasar direncanakan beroperasi 24 jam, sementara Pertamina...

Prabowo Panggil Rosan dan Bahlil ke Istana, Ada Apa dengan BBM Bali?

Agenda pertemuan belum terungkap. Bahlil Lahadalia menunggu laporan Dirut Pertamina Simon Mantiri...

Program BSPS dan Target 3 Juta Rumah, Ini Pesan Tegas Ketua Komisi XI DPR

JAKARTA, danantaranews.id – Akses terhadap hunian yang layak dan sehat menjadi salah...