Home BUMN Kita Publikasi Saja Tak Cukup! PLN EPI Ungkap Kunci Membangun Reputasi dan Kepercayaan
BUMN Kita

Publikasi Saja Tak Cukup! PLN EPI Ungkap Kunci Membangun Reputasi dan Kepercayaan

Share
PLN EPI menegaskan reputasi tak cukup lewat publikasi. Kolaborasi, legitimasi, dan komunikasi strategis menjadi kunci membangun kepercayaan.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan
Share

Lewat forum AHI 2026, PLN EPI menekankan pentingnya strategi komunikasi, dukungan pemangku kepentingan, dan kolaborasi nyata untuk memperkuat kredibilitas perusahaan energi.

Surakarta, danantaranews.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan bahwa reputasi perusahaan tidak cukup dibangun melalui pemberitaan yang luas. Perusahaan juga membutuhkan komunikasi strategis, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta konsistensi tindakan untuk mendapatkan kepercayaan publik.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyampaikan hal tersebut dalam konferensi The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Rabu (7/10/2026). Forum yang mengusung tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik” itu mempertemukan praktisi komunikasi dari berbagai institusi pemerintah dan korporasi.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. Dalam kesempatan itu, Mamit memaparkan strategi perusahaan mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan melalui presentasi bertajuk “From Communication to Trust: Mengelola Stakeholder dan Reputasi di Tengah Ekspektasi Publik”.

Bisnis Energi Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Pemberitaan

Menurut Mamit, karakteristik bisnis energi primer membuat PLN EPI membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda. Bisnis perusahaan mencakup gas, LNG, batu bara, dan biomassa, dengan pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, regulator, mitra bisnis, media, hingga masyarakat.

Dalam ekosistem tersebut, reputasi tidak cukup mengandalkan seberapa sering perusahaan muncul di media. PLN EPI juga perlu membangun legitimasi agar para pemangku kepentingan memahami, mendukung, dan bersedia terlibat dalam agenda perusahaan.

“Ketika stakeholder utama Anda adalah pemerintah dan mitra bisnis dalam business-to-business (B2B) dan government-to-business (G2B), kepercayaan tidak dibangun lewat jangkauan, tetapi lewat legitimasi: kesediaan pejabat dan mitra untuk berdiri bersama narasi yang Anda bangun,” ujar Mamit.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya membangun hubungan yang berkelanjutan dalam bisnis energi. Komunikasi korporasi perlu memastikan pesan perusahaan sejalan dengan tindakan nyata serta mampu menjaga kepercayaan para pihak yang terlibat.

Strategi Inform, Engage, dan Trust Jadi Andalan PLN EPI

Untuk memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, PLN EPI menerapkan pendekatan komunikasi inform, engage, dan trust. Strategi ini mendukung pengembangan infrastruktur energi, khususnya proyek gasifikasi pembangkit.

Pendekatan tersebut mencakup pemetaan pemangku kepentingan, penyampaian informasi secara konsisten, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis. Melalui langkah ini, perusahaan berupaya membangun pemahaman bersama mengenai pengembangan infrastruktur energi.

PLN EPI juga memetakan stakeholder berdasarkan tingkat pengaruh atau power dan kepentingan atau interest. Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan pendekatan kepada regulator, kepala daerah, mitra bisnis, dan media sesuai peran masing-masing.

“Strategi komunikasi yang kami rancang dimulai dari pemetaan stakeholder berdasarkan power dan interest, pendekatan kepada regulator, kepala daerah, mitra bisnis hingga media. Pada akhirnya, legitimasi institusional menjadi mata uang kepercayaan bagi kami,” jelas Mamit.

Dengan strategi tersebut, PLN EPI menempatkan komunikasi sebagai bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang. Perusahaan tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan dalam mendukung program strategisnya.

Program GASKITA Catat Kenaikan Publikasi 57%

Salah satu implementasi strategi komunikasi PLN EPI terlihat melalui program GASKITA yang mendukung pengembangan infrastruktur gasifikasi. Program tersebut mencatat peningkatan jumlah pemberitaan dari 758 publikasi pada Agustus 2025 menjadi 1.194 pemberitaan hingga Juli 2026.

Perbandingan tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 57% dalam jumlah publikasi. Capaian ini mencerminkan peningkatan eksposur informasi mengenai program GASKITA selama periode tersebut.

Meski demikian, Mamit mengingatkan bahwa banyaknya pemberitaan tidak otomatis menjadi ukuran tunggal keberhasilan komunikasi. Perusahaan juga perlu memperhatikan dukungan pemangku kepentingan, legitimasi institusional, dan keberlanjutan kolaborasi.

Dengan demikian, strategi komunikasi tidak berhenti pada upaya meningkatkan visibilitas perusahaan. PLN EPI ingin memastikan komunikasi mampu memperkuat kredibilitas sekaligus mendukung kelancaran agenda pengembangan infrastruktur energi.

AHI 2026 Soroti Transparansi dan Dialog dengan Publik

Dalam forum yang sama, Founder dan CEO Humas Indonesia Asmono Wikan menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi dialogis untuk membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, fungsi kehumasan perlu berkembang dari sekadar menyampaikan informasi menjadi ruang dialog yang mampu menjawab kebutuhan publik.

Pendekatan dialogis memberi ruang bagi institusi untuk memahami ekspektasi masyarakat sekaligus menjelaskan kebijakan dan program yang dijalankan. Dengan komunikasi yang terbuka, hubungan antara organisasi dan publik dapat dibangun melalui pemahaman yang lebih baik.

Conference AHI 2026 juga menghadirkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mochamad Akbar Hadi Prabowo. Selain itu, Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi turut menjadi bagian dari forum tersebut.

Kehadiran para praktisi dari berbagai institusi memperkaya pembahasan mengenai tantangan komunikasi di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat. Transparansi, dialog, dan kemampuan merespons kebutuhan publik menjadi perhatian penting dalam membangun kredibilitas organisasi.

Reputasi Perusahaan Energi Bertumpu pada Kolaborasi

PLN EPI terus memperkuat komunikasi korporasi sebagai instrumen strategis untuk membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan. Perusahaan memandang reputasi tidak hanya bergantung pada luasnya jangkauan informasi, tetapi juga pada konsistensi tindakan dan dukungan nyata dari pihak-pihak yang terlibat.

Dalam sektor energi, hubungan yang kuat dengan pemerintah, regulator, mitra usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan infrastruktur. Karena itu, komunikasi perlu berjalan seiring dengan kolaborasi agar agenda perusahaan memperoleh dukungan yang berkelanjutan.

Strategi tersebut juga berkaitan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional. Melalui komunikasi yang terarah dan hubungan antarpemangku kepentingan yang kuat, PLN EPI berupaya menjaga kepercayaan sekaligus memperkuat dukungan terhadap program strategis perusahaan.

Bagi PLN EPI, publikasi berperan meningkatkan visibilitas, kolaborasi memperkuat legitimasi, sedangkan konsistensi tindakan menjadi fondasi kepercayaan. Ketiga unsur tersebut menjadi pendekatan perusahaan dalam membangun reputasi yang tidak hanya terlihat di ruang publik, tetapi juga mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Redam Lonjakan Harga Daging Ayam, Bapanas Kucurkan Subsidi Biaya Angkut Distribusi!

JAKARTA, danantaranews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi strategis untuk meredam fluktuasi harga daging ayam ras di tingkat konsumen. Bapanas resmi...

Pelindo Jayapura Meledak! Arus Barang Tembus 132.618 Ton

Jakarta, danantaranews.id – Arus barang nonpetikemas di Pelabuhan Jayapura mencatat lonjakan tajam sepanjang Januari hingga Agustus 2026. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4...

Related Articles

Bandara Soetta Pastikan Penerbangan Langsung ke Arab Saudi Aman Pasca-Insiden Riyadh

TANGERANG, danantaranews.id – Kabar mengenai meningkatnya ketegangan keamanan di Riyadh, Arab Saudi, sempat...

PLN Siaga Penuh di MotoGP Mandalika, Cadangan Listrik Lombok Tembus 112 MW!

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN turun langsung memantau kesiapan listrik di Sirkuit Mandalika...

Dukung Ajang MotoGP Mandalika 2026, Telkomsel Siagakan 296 BTS 4G/5G

JAKARTA, danantaranews.id – Guna mengantisipasi melonjaknya lalu lintas komunikasi dan internet selama...

Pertamina EP Rantau Tancap 5 Sumur Baru Usai Banjir, Produksi Minyak Tembus 2.000 Barel per Hari!

Pemulihan pascabencana Aceh Tamiang berlangsung hanya empat bulan. Produksi minyak kini stabil...