JAKARTA, danantaranews.id – Cuaca panas ekstrem selama musim kemarau memaksa tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak demi menjaga kestabilan suhu tubuh.
Namun, jika keluarnya cairan tidak diimbangi dengan asupan minum yang memadai, dehidrasi dapat mengintai dan memicu gangguan kesehatan serius.
Dokter Spesialis Gizi Klinik sekaligus Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (INA), Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), mengingatkan bahwa kekurangan cairan tubuh dapat berakibat fatal.
“Kondisi dehidrasi dapat mengganggu sirkulasi darah, fungsi ginjal, tingkat konsentrasi, hingga pengaturan suhu tubuh. Bahkan, ini bisa meningkatkan risiko heat-related illness (penyakit akibat sengatan panas),” jelas Luciana di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Gejala Dehidrasi yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang menganggap rasa haus sebagai satu-satunya indikator tubuh kekurangan air. Padahal, ada sejumlah alarm tubuh lain yang kerap diabaikan:
-
Rasa haus berlebih dan mulut terasa kering
-
Sakit kepala atau pusing mendadak
-
Tubuh terasa cepat lelah dan lemas
-
Tingkat konsentrasi yang menurun drastis
Luciana memberikan catatan khusus bagi kelompok lansia. Pada lansia, sensasi haus alami umumnya mengalami penurunan, sehingga risiko dehidrasi berat dapat terjadi tanpa adanya rasa haus yang nyata.
Hati-hati Pilih Minuman: Kopi, Teh, dan Minuman Manis
Meski berbagai jenis cairan dapat membantu hidrasi, tidak semua minuman memberikan efek yang sama bagi tubuh:
-
Kopi dan Teh: Mengandung kafein yang bersifat diuretik (memicu buang air kecil lebih sering). Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi air putih, cairan tubuh justru akan makin cepat terkuras.
-
Minuman Bergula Tinggi: Menambah kalori berlebih dan berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah.
-
Minuman Elektrolit: Baik untuk mengganti cairan setelah beraktivitas berat, namun tetap perlu dicermati kadar natrium dan gulanya.
“Air putih tetap menjadi pilihan utama dan terbaik untuk kebutuhan hidrasi harian,” tegas lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Panduan Praktis Mencegah Dehidrasi
Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang hari, simak tips praktis berikut:
-
Cek Warna Urine: Ini adalah indikator hidrasi paling praktis. Semakin pekat atau gelap warna urine, semakin besar tanda tubuh Anda kekurangan air.
-
Minum Tanpa Menunggu Haus: Biasakan minum air putih secara teratur, terutama sebelum, saat, dan setelah beraktivitas di luar ruangan.
-
Selalu Siapkan Air Minum: Bawa botol minum sendiri saat bepergian dan tingkatkan porsinya saat tubuh banyak berkeringat.
-
Konsumsi Buah dan Sayur: Lengkapi asupan cairan dengan makanan segar tinggi kadar air seperti semangka, timun, atau jeruk.
Leave a comment