Telkom Bagikan Dividen Rp212,5 per Saham, Investor Nikmati Yield 7,5 Persen!
Jakarta, danantaranews.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menetapkan dividen final sebesar Rp212,5 per saham dari laba bersih tahun buku 2024. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2025. Langkah ini menjadi kabar baik bagi investor yang telah menantikan pembagian hasil keuntungan dari salah satu emiten BUMN terbesar di sektor telekomunikasi.
Menurut hasil RUPST, jumlah dividen yang akan dibagikan ini setara dengan 89 persen dari total laba bersih Telkom tahun 2024. Dengan angka tersebut, Telkom akan menggelontorkan total dana dividen senilai Rp21,02 triliun. Dividen ini akan didistribusikan kepada berbagai pihak, termasuk investor publik dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang merupakan salah satu pemegang saham mayoritas.
“Dividen final sebesar Rp212,5 per saham telah disepakati dan menjadi bagian dari komitmen Telkom untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar manajemen Telkom Indonesia dalam pernyataan resminya.
Rincian Pembagian Dividen
Dari total dividen tersebut, dana sebesar Rp10,96 triliun akan dialokasikan ke BPI Danantara melalui rekening PT Biro Klasifikasi Indonesia. Sementara itu, investor publik menerima porsi dividen sebesar Rp10,06 triliun. Sisanya akan diberikan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Telkom, sesuai dengan porsi kepemilikan saham mereka di perusahaan.
Langkah ini dinilai menjadi strategi positif, tidak hanya dalam menjaga loyalitas investor, tetapi juga memperkuat citra Telkom sebagai BUMN yang mampu memberikan keuntungan berkelanjutan.
Investor Dapat Yield Menarik hingga 7,51 Persen
Dengan harga saham Telkom yang berada di level Rp2.830 per saham pada penutupan perdagangan hari RUPST, dividend yield yang diterima investor mencapai 7,51 persen. Angka ini tergolong tinggi untuk emiten sektor telekomunikasi dan menunjukkan posisi keuangan Telkom yang sehat serta konsisten dalam memberikan return bagi pemegang saham.
“Dividend yield TLKM yang mencapai 7,5 persen sangat menarik, apalagi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Ini jadi alasan kuat bagi investor ritel untuk mempertahankan atau bahkan menambah kepemilikan sahamnya,” kata analis pasar modal dari Samuel Sekuritas, Dimas Pratama.
Rencana Buyback Saham Senilai Rp3 Triliun
Selain membagikan dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham TLKM yang beredar di publik. Telkom telah menyiapkan dana sebesar Rp3 triliun untuk aksi korporasi ini. Buyback saham ini bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan menjaga kestabilan harga saham TLKM di pasar.
Aksi buyback ini dinilai sebagai sinyal positif karena menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan, serta mencerminkan kekuatan fundamental Telkom di tengah era digitalisasi dan ekspansi layanan.
Keputusan Telkom Indonesia membagikan dividen tinggi dan menyiapkan buyback saham di tahun ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam mengapresiasi kepercayaan investor. Di tengah kondisi pasar yang menantang, langkah ini tak hanya memperkuat posisi Telkom sebagai emiten unggulan BUMN, tetapi juga menjadi contoh perusahaan yang mampu memberikan nilai nyata bagi pemegang sahamnya.
Bagi para investor, dividen Rp212,5 per saham dan yield 7,5 persen tentu menjadi insentif yang layak dipertimbangkan untuk terus menjadikan TLKM sebagai saham pilihan jangka panjang. (*)
Leave a comment