Home News Tepi Barat Memanas! Uni Eropa Kecam Proyek E1 Israel, Sebut Perluasan Permukiman Sebagai Provokasi Berbahaya
News

Tepi Barat Memanas! Uni Eropa Kecam Proyek E1 Israel, Sebut Perluasan Permukiman Sebagai Provokasi Berbahaya

Share
Tepi Barat Memanas! Uni Eropa Kecam Proyek E1 Israel, Sebut Perluasan Permukiman Sebagai Provokasi Berbahaya
Uni Eropa desak Israel hentikan pembangunan 3.401 rumah di wilayah E1 Tepi Barat. Kebijakan ini dinilai merusak stabilitas dan melanggar hukum internasional. (Antara/Anadolu)
Share

Jakarta, danantaranews.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah Uni Eropa melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Israel. Organisasi antarnegara Benua Biru tersebut menuntut penghentian segera proyek pembangunan permukiman E1 di Tepi Barat yang diduduki. Langkah sepihak Israel ini dianggap sebagai ancaman nyata bagi stabilitas keamanan dan harapan perdamaian yang selama ini diperjuangkan. Bagi pengamat dunia internasional, manuver terbaru ini menjadi alarm bahaya yang bisa memicu eskalasi konflik lebih luas!

Buntut Tender 3.401 Rumah Baru, Uni Eropa Sebut Israel Lakukan Provokasi

Sikap keras Uni Eropa muncul setelah otoritas Israel merilis tenggat waktu tender untuk membangun 3.401 unit hunian baru di wilayah E1. Juru Bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni, menyatakan bahwa proyek tersebut, ditambah dengan pembangunan “Sovereignty Road”, merupakan bentuk provokasi yang sangat serius. Tak hanya di Tepi Barat, Uni Eropa juga menyoroti ekspansi serupa yang menyasar wilayah Nahalat Shimon serta Atarot di Yerusalem Timur.

Dalam rilis resminya, Uni Eropa membeberkan risiko besar yang mengintai di balik ambisi pembangunan tersebut:

“Kebijakan permukiman ini menghambat jalan perdamaian dan berisiko memperparah kekacauan di Tepi Barat. Selain memicu pengusiran ribuan warga Palestina, langkah ini memecah wilayah kedaulatan mereka dan menyulut aksi kekerasan lebih lanjut oleh kelompok pemukim,” tegas Anouar El Anouni pada Jumat (16/1/2026).

Masa Depan Solusi Dua Negara di Ujung Tanduk

Uni Eropa menegaskan bahwa percepatan proyek permukiman yang berlangsung masif dalam beberapa bulan terakhir telah mencederai hukum internasional. Praktik ini secara sistematis menghancurkan peluang terwujudnya solusi dua negara, sebuah konsep di mana Yerusalem diproyeksikan menjadi ibu kota bagi Israel dan Palestina di masa depan. Jika pembangunan ilegal ini terus berlanjut, kelayakan wilayah Palestina untuk menjadi negara yang mandiri secara geografis terancam sirna selamanya.

Diplomasi Darurat: Siprus Hingga Menlu Uni Eropa Turun Tangan

Melihat situasi yang kian genting, mesin diplomasi mulai bekerja ekstra keras. Menteri Luar Negeri Siprus Yunani, Constantinos Kombos, dilaporkan telah menghubungi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, serta Menlu Israel, Gideon Saar. Fokus utama pembicaraan telepon tersebut adalah mencari jalan keluar lewat meja perundingan guna meredakan ketegangan dan memastikan perlindungan penuh bagi warga sipil Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan.

Desakan Internasional: Israel Harus Patuhi Aturan Global

Kini, sorotan dunia tertuju pada bagaimana Israel merespons desakan dari sekutu-sekutu di Eropa. Uni Eropa meminta dengan sangat agar seluruh rencana perluasan permukiman yang mencederai stabilitas regional segera dibatalkan. Komunitas internasional berharap Israel mematuhi kewajiban hukumnya sebagai kekuatan pendudukan dan menjamin keamanan kawasan demi menghindari pertumpahan darah yang lebih besar. (ANTARA/ANADOLU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DETIK-DETIK RAKSASA KONSTRUKSI LAHIR! BUMN Karya Merger: BP BUMN Pede Rampung Desember 2025

Jakarta, danantaranews.id – Kabar sensasional datang dari jantung kebijakan perusahaan pelat merah! Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sedang dalam mode...

Kreativitas Ala Negeri 1001 Malam: SD Al Azhar Kelapa Gading Cetak Generasi Anti-Bullying dengan Kurikulum Berbasis Project

Jakarta, danantaranews.id – SD Islam Al Azhar Kelapa Gading baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan menyelenggarakan acara puncak tahunan mereka, Alazfair 2025, pada...

Related Articles

Trump Mengamuk! Ancam Kenakan Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tolak Pencaplokan Greenland

Jakarta, danantaranews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung perdagangan...

Amankan Proyek Hijau! IATPI Mobilisasi 3.800 Pakar Lingkungan Demi Standar Infrastruktur Nasional

Jakarta, Danantaranews.id – Indonesia tengah memacu pembangunan berkelanjutan, dan Ikatan Ahli Teknik...

Wiwiek Hargono Tri Adhianto Resmikan Program RUTILAHU di Arenjaya Bekasi Timur

Bekasi, danantaranews.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi sekaligus Istri Walikota...

Dari Timur Indonesia, Roberth Rouw Tekankan Empat Pilar MPR RI Sebagai Perekat Bangsa

Jayawijaya, Papua Pegunungan — Anggota MPR RI, Roberth Rouw menegaskan bahwa empat...