Bekasi, danantaranews.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi sekaligus Istri Walikota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, meresmikan hasil renovasi program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) milik warga di Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, pada Jumat (26/12/2025). Seremoni penyerahan hunian layak huni bagi Sri Esty Handayani (67) ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang sehat dan nyaman.
Kegiatan yang berlangsung di RT 003 RW 008 ini dihadiri oleh jajaran aparatur wilayah serta tokoh masyarakat setempat. Program perbaikan rumah ini tidak hanya sekadar renovasi fisik, tetapi juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan hunian standar kesehatan.
Reuni Penuh Haru di Tengah Peresmian Bantuan Rumah
Momen peresmian ini terasa sangat spesial karena adanya ikatan emosional antara Wiwiek Hargono dengan sang penerima manfaat. Wiwiek mengungkapkan bahwa Sri Esty Handayani, atau yang akrab ia sapa “Tante Hesti”, merupakan sosok yang sudah sangat lama ia kenal sejak masa kanak-kanak.
“Tante Hesti ini sebetulnya orang lama di hidup saya. Dulu beliau sering ikut menumpang kendaraan saat berangkat kerja bersama almarhum bapak saya. Beliau sering datang ke rumah, jadi tahu saya sejak kecil hingga besar,” kenang Wiwiek dalam sambutannya dengan penuh hangat.
Setelah perjalanan hidup sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan kembali keduanya saat Wiwiek mengabdi sebagai istri Walikota Bekasi. Pertemuan ini sekaligus menjadi jalan bagi terealisasinya bantuan renovasi rumah yang sangat dibutuhkan oleh Sri Esty untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya yang sebelumnya memprihatinkan.
Menjaga Transparansi dan Prosedur Administrasi Bantuan
Meskipun memiliki kedekatan personal, Wiwiek Hargono menegaskan bahwa seluruh proses bantuan RUTILAHU tetap mengikuti aturan dan prosedur formal yang berlaku. Ia berkomitmen menjaga akuntabilitas dalam setiap penyaluran dana agar tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari.
“Saya tetap menginginkan aturan dan prosedur yang ada dijalankan secara ketat. Saya harus bertanggung jawab kepada pemberi bantuan, baik lembaga maupun personal. Secara dokumentasi harus siap sebelum bantuan diberikan karena saya hanya bertindak sebagai penyalur berkat,” tegasnya secara formal.
Wiwiek memposisikan dirinya sebagai pimpinan yang memberikan motivasi serta inspirasi. Ia menekankan bahwa di luar sana masih banyak warga yang kesulitan tidur karena kondisi atap rumah yang rusak parah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki empati tinggi dan mendukung gerakan positif melalui slogan “Yesan Bersinar”, yang mengusung semangat bersama-sama memberikan cahaya kebaikan bagi Kota Bekasi.
Pesan Lingkungan dan Kebersihan di Musim Hujan
Selain meresmikan renovasi bangunan, Wiwiek juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan banjir. Ia mengingatkan warga bahwa kerusakan lingkungan sering kali bermula dari ketidakpedulian masyarakat sendiri dalam merawat saluran air dan membuang sampah.
“Kerusakan lingkungan itu disebabkan oleh diri kita sendiri melalui ketidakpedulian. Saya berpesan agar warga rajin bersih-bersih sehingga hunian yang sudah diperbaiki tetap sehat dan nyaman,” tambah Wiwiek sebelum secara resmi membuka pintu rumah dengan ucapan Basmalah.
Senada dengan hal tersebut, Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati, menyampaikan harapannya agar bantuan ini memberikan manfaat jangka panjang. “Semoga program RUTILAHU ini menjadikan rumah yang layak huni, sehat, dan nyaman, serta membawa keberkahan melimpah bagi penghuninya,” ujar Fitri di lokasi peresmian.
Rasa Syukur Mendalam dari Sri Esty Handayani
Sri Esty Handayani (67) sebagai penerima manfaat tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Ia menceritakan bagaimana kondisi bangunan sebelumnya yang sangat tidak layak dan sering kali mengalami kebocoran parah saat hujan turun.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Walikota, Ibu Walikota, Camat, Lurah, hingga RT dan RW. Rumah yang tadinya bocor di mana-mana dan plafonnya ambrol, saat ini sudah menjadi layak huni. Semoga ini membawa kebaikan bagi saya dan lingkungan sekitar,” ungkap Sri Esty dengan mata berkaca-kaca.
Penyerahan rumah ini ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya kehidupan baru bagi keluarga Sri Esty di hunian yang lebih manusiawi. Program ini diharapkan terus memotivasi gerakan empati sosial yang lebih luas di seluruh penjuru Bekasi Timur. (*)
Leave a comment