Home BUMN Kita Telkom Resmi Spin-Off Aset Rp35,8 Triliun! InfraNexia Siap Jadi Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia
BUMN Kita

Telkom Resmi Spin-Off Aset Rp35,8 Triliun! InfraNexia Siap Jadi Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia

Share
Telkom Resmi Spin-Off Aset Rp35,8 Triliun! InfraNexia Siap Jadi Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini
Share

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar megadeal yang paling ditunggu pasar modal akhirnya pecah hari ini! PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) baru saja mengetok palu keputusan strategis yang bakal mengubah peta persaingan telekomunikasi nasional. Emiten pelat merah ini resmi menandatangani akta pemisahan alias deed of spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity mereka kepada entitas baru bernama InfraNexia. Jangan sampai kamu ketinggalan momen bersejarah ini, karena langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar TLKM 30!

Penandatanganan akta pemisahan ini berlangsung secara langsung oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama pada Kamis, 18 Desember 2025. Prosesi krusial ini juga disaksikan langsung oleh Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng. Transaksi jumbo ini bukan sekadar pindah buku, melainkan strategi jitu Telkom untuk mengoptimalkan monetisasi aset kabel serat optik mereka yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Transaksi Jumbo Rp35,8 Triliun: InfraNexia Kuasai Mayoritas Aset Fiber Telkom

Kamu mungkin bertanya-tanya seberapa besar skala bisnis ini? Pada fase spin-off pertama ini, nilai transaksi bisnis dan aset yang dialihkan mencapai angka fantastis, yakni Rp35,8 triliun. Dengan pengalihan ini, InfraNexia bakal menguasai lebih dari 50% dari total aset infrastruktur jaringan fiber milik Telkom. Aset ini mencakup segmen access, aggregation, hingga backbone yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas internet di Indonesia.

Pemerintah dan Telkom tidak main-main dalam mengawal transisi ini. Fase pertama ini baru permulaan, karena fase spin-off kedua ditargetkan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang. Pasca transaksi ini, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia melonjak drastis menjadi 99,9999997%. Artinya, Telkom tetap memegang kendali penuh atas “mesin uang” baru mereka ini sembari mempertegas posisi sebagai market leader infrastruktur digital nasional.

Strategi TLKM 30: Contek Kesuksesan Operator Global

Langkah Telkom membentuk InfraNexia bukan tanpa alasan yang kuat. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa strategi ini mengacu pada praktik terbaik (best practices) operator telekomunikasi kelas dunia. Sebut saja Telstra di Australia, Telefonica di Spanyol, hingga O2 di Inggris yang sudah lebih dulu sukses meningkatkan valuasi perusahaan lewat pemisahan unit bisnis infrastruktur. Dengan fokus penuh pada pengelolaan jaringan, efisiensi operasional TelkomGroup diharapkan melesat tajam.

“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup,” ujar Dian. Melalui InfraNexia, Telkom ingin membuka peluang kemitraan strategis yang lebih luas, baik dengan pemain domestik maupun global, guna mempercepat pemerataan akses digital di seluruh pelosok negeri sesuai amanah dari Danantara dan BP BUMN.

Model Bisnis Netral: InfraNexia Terbuka untuk Seluruh Industri

Salah satu poin menarik yang wajib kamu tahu adalah komitmen netralitas InfraNexia. Meskipun sahamnya nyaris 100% milik Telkom, InfraNexia akan beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity. Artinya, mereka siap melayani pelanggan eksternal (operator kompetitor) maupun internal TelkomGroup dengan prinsip yang transparan, adil, dan terbuka. Model bisnis ini dirancang untuk menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat dan kompetitif.

Direktur Utama InfraNexia, I Ketut Budi Utama, menegaskan bahwa InfraNexia akan menjadi motor penggerak ekosistem konektivitas nasional. “Pemisahan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk memungkinkan lebih banyak pelaku industri merasakan manfaat langsung dari layanan yang lebih kompetitif dan efisien,” jelas Ketut. Dengan permintaan data dan konektivitas lintas sektor yang terus meledak, InfraNexia berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk menangkap peluang pasar tersebut.

Dukungan Penuh Danantara dan Transformasi BUMN Digital

Langkah spin-off ini juga menjadi bukti nyata dukungan Telkom terhadap agenda nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Kehadiran InfraNexia selaras dengan visi Danantara dalam mengelola aset negara agar lebih produktif dan memiliki daya saing global. Dengan infrastruktur yang terkonsolidasi dan dikelola secara profesional, penetrasi fixed broadband di Indonesia diprediksi akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Telkom meyakini bahwa InfraNexia akan segera menjadi perusahaan wholesale fiber connectivity terdepan di kawasan. Bagi para pemangku kepentingan dan investor, langkah ini memberikan kejelasan mengenai arah transformasi TLKM yang semakin fokus pada penciptaan nilai jangka panjang. Jadi, siapkan diri kamu untuk melihat InfraNexia berlari kencang sebagai tulang punggung baru infrastruktur digital masa depan Indonesia! (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

DETIK-DETIK RAKSASA KONSTRUKSI LAHIR! BUMN Karya Merger: BP BUMN Pede Rampung Desember 2025

Jakarta, danantaranews.id – Kabar sensasional datang dari jantung kebijakan perusahaan pelat merah! Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sedang dalam mode...

Kreativitas Ala Negeri 1001 Malam: SD Al Azhar Kelapa Gading Cetak Generasi Anti-Bullying dengan Kurikulum Berbasis Project

Jakarta, danantaranews.id – SD Islam Al Azhar Kelapa Gading baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan menyelenggarakan acara puncak tahunan mereka, Alazfair 2025, pada...

Related Articles

Belajar dari Kesuksesan Pertamina: Saatnya Strategi Merger Menular ke BUMN Lain demi Efisiensi Nasional

Jakarta, danantaranews.id – Keberhasilan PT Pertamina (Persero) dalam melakukan merger subholding kini...

Presiden Prabowo Gebrak Davos! Danantara Siap Kelola USD 1 Triliun, Investor Global Mulai Lirik RI?

Jakarta, danantaranews.id – Kabar mengejutkan datang dari kancah ekonomi dunia! Setelah absen...

Gebrakan Baru! PLN Aktifkan Jalur Kedua Transmisi Arun–Bireuen, Listrik Aceh Kini Anti-Padam?

Jakarta, danantaranews.id – Warga Aceh boleh bernapas lega! PT PLN (Persero) baru...

Banjir Penghargaan! PLN EPI Sabet 4 Gelar Bergengsi ICA-ISDA 2025 Lewat Strategi ESG yang Paten!

Jakarta, Danantaranews.id – Kabar heboh datang dari dunia energi nasional! Kamu harus...