Jakarta, Danantaranews.id – Kabar mengejutkan datang dari raksasa jalan tol Indonesia. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) baru saja mengocok ulang susunan pengurus perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang digelar hari ini, Rabu (17/12/2025). Langkah strategis ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan membawa angin segar melalui perubahan nomenklatur jabatan direksi yang bakal menentukan arah bisnis perusahaan ke depan.
Pelaksanaan rapat besar ini berlangsung secara canggih melalui fasilitas Electronic General Meeting System PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (eASY.KSEI). Keputusan besar yang lahir hari ini menunjukkan bahwa Jasa Marga sedang bersiap menghadapi tantangan tahun 2026 dengan formasi tim yang lebih spesifik dan kuat.
Transformasi Jabatan: Direktur Operasi dan Layanan Kini Dipisah!
Salah satu poin paling menarik perhatian dari hasil RUPS Luar Biasa ini adalah pemisahan jabatan strategis. Jika sebelumnya kita mengenal posisi Direktur Operasi dan Layanan berada di bawah satu komando, kini emiten berkode saham JSMR ini memutuskan untuk memecahnya menjadi dua jabatan terpisah, yaitu Direktur Operasi dan Direktur Layanan.
Langkah ini memberikan sinyal kuat bahwa perusahaan ingin fokus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna jalan tol tanpa mengesampingkan efisiensi operasional di lapangan. Dengan adanya Direktur Layanan yang berdiri sendiri, publik bisa berekspektasi akan adanya inovasi-inovasi baru dalam pelayanan pelanggan di setiap ruas tol milik Jasa Marga.
Wajah Baru di Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi
Siapa saja orang-orang kuat yang kini menduduki kursi panas di Jasa Marga? Para pemegang saham secara resmi menyetujui pengangkatan beberapa nama baru. Untuk kursi Komisaris Independen, kini hadir Tedi Kurniawan yang mengisi posisi strategis tersebut. Pengukuhan ini sekaligus mengakhiri masa tugas Seppalga Ahmad di jajaran komisaris.
Di jajaran eksekutif, pergerakan signifikan juga terjadi pada posisi Direktur Pengembangan Usaha. Perseroan secara hormat memberhentikan Mohamad Agus Setiawan dan menunjuk Ari Respati sebagai penggantinya. Ari Respati kini memikul tanggung jawab besar untuk menavigasi ekspansi bisnis dan mencari peluang pertumbuhan baru bagi Jasa Marga di tengah persaingan infrastruktur yang makin ketat.
Sementara itu, posisi baru sebagai Direktur Layanan kini resmi dijabat oleh Yaya Ruhiya. Kehadiran Yaya melengkapi jajaran direksi di bawah kepemimpinan Direktur Utama Rivan A. Purwantono.
Daftar Lengkap Susunan Pengurus Terbaru Jasa Marga 2025
Agar Anda tidak ketinggalan informasi mengenai siapa saja pengambil keputusan di BUMN jalan tol ini, berikut adalah susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi Jasa Marga hasil RUPS Luar Biasa Desember 2025:
Dewan Komisaris Jasa Marga
- Komisaris Utama: Juri Ardiantoro
- Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
- Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
- Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
- Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
- Komisaris Independen: Asrorun Ni’am Sholeh
Direksi Jasa Marga
- Direktur Utama: Rivan A. Purwantono
- Direktur Bisnis: Reza Febriano
- Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani
- Direktur Operasi: Fitri Wiyanti
- Direktur Layanan: Yaya Ruhiya
- Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati
Fokus Masa Depan: Rencana Kerja 2026 Jadi Prioritas
Selain perombakan pengurus, RUPS Luar Biasa ini juga membahas agenda penting lainnya, yakni pendelegasian kewenangan untuk persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026. Hal ini mencakup perubahan-perubahannya di masa mendatang guna memastikan fleksibilitas perusahaan dalam merespons dinamika ekonomi nasional.
Perseroan tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Seppalga Ahmad dan Mohamad Agus Setiawan atas dedikasi serta kontribusi besar yang telah mereka berikan selama ini. Kontribusi keduanya diakui telah membawa kemajuan signifikan bagi operasional dan pengembangan bisnis perseroan hingga saat ini.
Dengan formasi baru ini, investor dan masyarakat menantikan bagaimana strategi Jasa Marga dalam mengelola ribuan kilometer jalan tol di Indonesia. Apakah pemisahan fungsi operasional dan layanan ini akan membawa profitabilitas yang lebih baik di tahun 2026? Kita pantau terus pergerakan saham JSMR di pasar modal! (*)
Leave a comment